Breaking News

Harga Bawang Meroket, Pembeli Menurun

Sejak harga bawang meroket naik, permintaan menjadi menurun sekitar 40 hingga 50 kilogram per hari.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Salah seorang pedagang di PTM Square Lahat, yang turut mengeluhkan sepinya pembeli akibat melonjaknya harga bawang. 

SRIPOKU.COM, LAHAT-- Dampak gagal panen pasokan bawang merah dan bawang putih di beberapa pasar di Lahat minim. Kondisi tersebut berimbas kepada kenaikkan harga yang berujung kepada sepinya pembeli.

Hal tersebut seperti diakui Cecep Supriyadi (32), salah seorang pedagang bawang di Pasar Tradisional Modern (PTM) Square Lahat.

Menurutnya akhir-akhir ini stok bawang sangat minim masuk ke pasaran. Akibatnya terjadi kenaikkan harga.

"Harga bawang merah naik menjadi Rp 48 ribu per kilo dari sebelumnya Rp 30 per kilo. Sementara untuk bawang putih naik menjadi Rp 35 ribu per kilo dari sebelumnya Rp28 ribu per kilo,"ungkap Cecep.

Menurutnya, saat ini bawang yang ia jual disuplai dari Palembang. Untuk kenaikan harga bawang merah sudah berlangsung sejak satu bulan yang lalu.

Sedangkan kenaikan harga untuk bawang putih berlangsung sejak dua Minggu yang lalu. 

Akibat melonjaknya harga bawang ini, permintaan konsumen pun cenderung menurun. Diungkapkannya, sebelum harga naik, penjualan bawang bisa mencapai satu hingga dua kuintal per hari.

Namun sejak harga bawang meroket naik, permintaan menjadi menurun sekitar 40 hingga 50 kilogram per hari.

"Sepi penjualan sekarang ini. Banyak konsumen yang mengeluh saat berbelanja karena harganya,"kata Cecep.

Sepinya permintaan konsumen ini membuatnya terpaksa mengurangi suplai bawang yang dibeli dari agen, sebab dikhawatirkan, bawang akan menjadi busuk jika terlalu lama disimpan.

"Kami tidak berani stok banyak. Takutnya malah merugi akibat sepinya pembeli sekarang ini," imbuhnya.

Saat ini, dikatakan Cecep, dirinya paling mengandalkan pembeli dari sejumlah langganannya, seperti dari rumah makan. Sedangkan pembeli dari ibu-ibu rumah tangga, praktis sepi sejak melonjaknya harga bawang ini.

"Tidak ada lain, harapan kami ya semoga harga bawang ini kembali stabil. Kalau sekarang ini, untung-untung balik modal," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved