Thierry:Janji Tidak akan Terprovokasi
"Saya akan lebih kerja keras. Saya ingin bawa SFC meraih hasil terbaik di turnamen kali ini," ungkapnya
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Pelajaran beharga dipetik bek andalan Sriwijaya FC (SFC) Thiery Gathuesi. Pemain asal Prancis itu mengaku sangat menyesal karena dirinya terprovokasi oleh Lovicik pemain Arema Cronus, sehingga ia harus mendapat tamparan keras karena diusir dari lapangan lantaran mendapat kartu merah.
Menurutnya, dilaga selanjutnya ia akan lebih hati-hati dan lebih sabar dalam menghadapi provokasi lawan. Meskipun, apa yang dilakukan Thiery bukanlah pelanggaran keras, hanya saja drama dari Lovicic begitu nyata dan mempengaruhi wasit untuk memberikan hukuman.
"Saya menyesal. Karena perbuatan bodoh saya, saya mendapat kartu merah. Dan akhirnya tim berhasil ditekan yang berakhir kekalahan. Saya minta maaf dan akan belajar dari kejadian itu," ujar Thiery seakam begitu menyesali saat dirinya mendapat kartu merah dari wasit Kasman, Rabu (16/3)
Thiery memang terkenal dengan tipikal bermain yang tanpa kompromi. Mengandalkan kecepatan dan timing, Thiery menjadi pagar yang sulit dilewati oleh lawan Laskar Wong Kito. Tapi, tidak hanya soal menjaga lini belakang, ia yang kerap kali keluar dan memberikan suport dari sisi kiri sangat merepotkan barisan lawan.
Beberapa kali Thiery mampu menyodorkan umpan yang apik bagi Beto. Lewat aksinya, sisi kiri SFC begitu hidup apalagi, sepeninggal Firman yang cedera.
Menurut Thiery, di turnamen Piala Bhayangkara nanti, ia akan lebih kerja keras untuk membawa timnya merengkuh hasil terbaik.
"Saya akan lebih kerja keras. Saya ingin bawa SFC meraih hasil terbaik di turnamen kali ini," ungkapnya
Kemampuan Thiery memang sering mendapat pujian dari jajaran pelatih. Beny Dollo menyebut Thiery merupakan pemain belakang yang multitalenta. Menurut Bendol, Thiery hanya harus belajar lebih sabar dan lebih tenang saat menghadang pemain lawan.
"Dia pemain bagus. Dia multitalenta. Hanya harus sabar saja," katanya.