Dubai Port Pantau Tanjung Api Api
Regina menerangkan bahwa saat ini Dubai masih tahap awal dan tahap penjajakan.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dalam waktu dekat, tepatnya 14 Maret mendatang Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan menerima kunjungan dari Tim dari Dubai Port World dalam rangka kerjasama Investasi Pembangunan Pelabuhan Laut Dalam Tanjung Carat dan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api Api. Hal tersebut dinyatakan oleh Kepala Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Sumsel, Ruslan Bahri usai rapat di ruang Setda Pemrov Sumsel, Jumat (11/3/2016).
Ruslan mengatakan kunjungan tim dari Dubai Port yang akan berinvestasi untuk menangani di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api dan pelabuhan ini atas dorongan dari Presiden RI Joko Widodo agar Dubai berinvestasi di KEK TAA.
"Jadi dukungan Presiden kuat sekali disini. Kami rapat mempersiapkan kunjungan itu. Dalam kunjungan itu, satu tim (Sumsel) akan dihadirkan semua dari BUMN, dari kawasan, Asisten II Pemprov dan semua yang terkait termasuk saya," kata Ruslan.
Ruslan menambahkan rencananya Dubai ada 2 yang akan diinvestasi di TAA, yakni pelabuhan dan KEK. Ditanyakan berapa kisaran angka Dubai akan investasi di TAA, Ruslan mengaku belum tahu.
"Belum ada angka, mereka (Dubai) akan survei dulu akan lihat. Sama dengan bangun jalan, setelah survei baru bisa ketahuan berapa harganya. begitu pula investasi untuk pelabuhan belum bisa menjawab karena itu fluktuatif," tambahnya.
Ruslan menerangkan sementara ini yang investasi ke KEK dalam skala besar adalah Dubai port dan Pelindo.
"Nanti mana yang dikerjakan Pelindo dan mana yang dikerjakan Dubai. Pelabuhan kan besar sekali, ada yang kontainer, ada pelabuhan pupuk, ada macam macam. Termasuk tadi Pusri sendiri akan bangun posnya sendiri akan bangun pupuk apa gitu," tuturnya.
Menurut Ruslan, pelabuhan di TAA ada satu tapi fungsinya banyak, ada pelabuhan untuk kemas, ada untuk curah batubara dan lain sebagainya.
"Dubai port akan menyesuaikan gunanya disini, lihat lokasi. Kalau di Dubai untuk keperluan apa sistem di Timur Tengah, kalau disini kita akan betul-betul menjadi pelabuhan untuk mengeluarkan seluruh bahan-bahan mentah kita untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus," tambah Ruslan.
Ketua Project Management Unit (PMU) KEK TAA Regina Aryanti menambahkan Dubai Port berfokus ke pelabuhan laut, namun tak menutup kemungkinan juga akan melihat peluang di KEK untuk mengolah kawasan. Menurut Regina, Dubai saat ini bekerjasama dengan Tanjung Perak dan berharap di Palembang juga seperti itu. K
Kunjungan Tim Dubai Port ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan yang dilakukan Tim Dubai Port dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, beserta Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, pada 12 Oktober 2015 lalu
"Belum tahu masukan dari mereka (Dubai) baru sekali bertemu di Jakarta. Ini kan mereka baru mau lihat bagaimana kondisinya disana (TAA).
Selain Dubai Port, PT Pellindo akan ikut berinvestasi di TAA. Regina menuturkan saat ini Pellindo sudah ada master Plan nya.
"Nantikan kalau memang Dubai Port jadi kesini, kita lihat bagaimana masukan mereka, ini akan dibicarakan secara teknis. Dubai Port dan Pellindo bisa jadi gabung, kita nanti lihat kemungkinannya seperti itu. Belum tahu apakah dia (Dubai) membangun, operator. Kerjasama dengan Pellindo dan Pemprov akan dibicarakan lebih lanjut," kata Regina.
Regina menerangkan bahwa saat ini Dubai masih tahap awal dan tahap penjajakan. Namun berbeda dengan Dubai, Pellindo sudah selesai di tahap Feasibility Study (FS) atau uji kelayakan namun masih dalam proses pembahasan.