Arpinsi Bunuh Diri Dengan Minuman Ringan Dicampur Putas
Kematian Arpinsi (26) warga Desa Layang Ilir, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat akibat menenggak air dicampur putas.
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, LAHAT -- Kematian Arpinsi (26) warga Desa Layang Ilir, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat akibat menenggak air dicampur putas.
Hal tersebut seperti terungkap dari pemeriksaan tim medis RSUD Lahat. Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan zat berbahaya jenis putas yang terkandung dalam minuman ringan yang ditenggak Arpinsi. Apalagi disamping tubuh duda satu anak itu, ditemukan dua gelas minuman ringan yang sebagian sudah dikonsumsi.
"Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ada kandungan putas pada minuman Arpinsi," ungkap Kapolres Lahat, AKBP Yayat Popon Ruhiyat SIK melalui Kasatreskrim Polres Lahat, AKP Arief Mansyur SIk, Senin (29/2).
Lebih lanjut diterangkan Arief, Arpinsi sengaja menghabisi nyawanya alias bunuh diri, dengan cara menenggak minuman ringan yang sudah dicampur putas.
Apalagi di samping tubuh Arpinsi ditemukan tiga lembar kertas yang intinya menyatakan masih menyayangi keluarganya, meminta maaf atas segala kesalahan dan telah merepoti keluarganya selama ini.
"Tulisan tangan yang ditemukan di sebelah mayat Arpinsi juga dibenarkan pihak keluarga,"jelasnya.
Kendati demikian dikatakannya sejauh ini belum diketahui apa yang menyebabkan Arpinsi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis tersebut. Namun, dari saksi yang diperiksa dan temuan kandungan zat berbahaya yang biasa digunakan untuk meracun ikan, korban sengaja bunuh diri.
"Bunuh diri, olah TKP barang bukti yang ditemukan dan hasil pemeriksaan tim medis, sudah cukup jelas,"tegasnya.
Disisi lain, polisi mendapati fakta bahwa Arpinsi meminta diantar tiga rekan satu desanya, diantaranya Lukman (30) dan Mardiansyah (30), ke TKP menggunakan sepeda motor dengan alasan ingin menemui Neli (30) teman perempuanya yang juga satu desa.
Namun dikatakan Neli, dirinya tidak menemui Arpinsi. "Menurut keterangan Neli tidak ada pertemuan ia dan Arpinsi,"ungkapnya.
Menurutnya, Arpinsi diduga sudah merencanakan aksi bunuh diri itu dengan meminta diantar ke lokasi oleh tiga rekannya Minggu (28/2).
Sekitar pukul 14.00 WIB, Arpinsi masih sempat mengirim pesan singkat via telpon selulernya untuk dijemput, kemudian tiga temannya tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, dengan menemukan Arpinsi sudah tidak bernyawa dengan kondisi mulut berbusa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kapolres-lahat_20160221_235304.jpg)