Mengenali Gejala-gejala Kesurupan
BERDASARKAN jenis kelamin, perempuan berisiko lebih besar untuk kesurupan dibandingkan laki-laki.
Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan
BERDASARKAN jenis kelamin, perempuan berisiko lebih besar untuk kesurupan dibandingkan laki-laki.
Hal ini terbukti dari kasus-kasus yang terjadi sebagian besar adalah perempuan.
Hal ini mungkin karena perempuan lebih sugestible atau lebih mudah dipengaruhi ketimbang laki-laki.
Perempuan yang bagaimana? Mereka yang berusia remaja atau dewasa muda yang mudah dipengaruhi. Banyak hal bisa menjadi penyebabnya.
Antara lain kondisi keluarga, sekolah, hubungan pertemanan, sosial politik dan masih banyak lagi.
Apa gejalanya?
Gejala-gejala beberapa saat sebelum kesurupan antara lain kepala terasa berat, badan dan kedua kaki lemas, penglihatan kabur, badan terasa ringan, dan mengantuk.
Perubahan ini biasanya masih disadari oleh subjek, namun setelah itu ia tiba-tiba tidak mampu mengendalikan dirinya.
Melakukan sesuatu di luar kemampuan dan beberapa di antaranya merasakan seperti ada kekuatan di luar yang mengendali kan dirinya.
Mereka yang kesurupan merasa dia bukanlah dirinya lagi. Saat kesurupan ada yang menyadari sepenuhnya, ada yang menyadari sebagian, dan ada pula yang tidak menyadari sama sekali.
Dalam keadaan kesurupan, korban melakukan gerakan-gerakan yang terjadi secara otomatis, tidak ada beban mental, dan tercetus dengan bebas.
Saat itu merupakan kesempatan untuk mengekspresikan hal-hal yang terpendam melalui jeritan, teriakan, gerakan menari seperti keadaan hipnotis diri.
Setelah itu, fisik mereka dirasa lelah, tetapi mental mereka mendapat kepuasan hebat. Frigerio menyatakan ada tiga stadium yang dialami oleh orang kesurupan:
Pertama, irradiation. Subjek tetap menyadari dirinya tetapi ada perubahan yang dirasakan pada tubuhnya.
Kedua, being diside. Subjek berada dalam dua keadaan yang berbeda, namun ada sebagian yang dialaminya disadarinya.