Dirampok Saat Ikut Turnamen Kartu, Pria ini Jalan Kaki ke Rumah Sejauh 1.400 Km

Pria yang kulitnya sudah berubah warna menjadi cokelat ini akhirnya tiba di rumah dan disambut sang ibu pada 5 september 2013.

Editor: Sudarwan
Google Maps
Jarak yang diperkirakan ditempuh pria tersebut saat pulang berjalan kaki ke rumah. 

SRIPOKU.COM, JEPANG - Apa yang akan anda lakukan jika anda dirampok saat dalam perjalanan pulang menuju ke rumah?

Bagi sebagian orang, ada yang akan meminta bantuan kepada polisi atau mungkin meminta bantuan dari orang-orang sekitar, terlebih jika uang dan barang berharga telah digondol sang pencuri, termasuk ponsel.

Namun tampaknya hal ini tak dilakukan oleh seorang pria asal Jepang, ketika sang ibu menceritakan kembali pengalaman putranya saat ia dirampok pada 2013.

Dikutip dari Rocket News24, seorang ibu dari pemuda berusia 25 tahun (kini 28 tahun) dibuat terkejut ketika melihat putranya kembali ke rumah setelah sempat dinyatakan hilang selama beberapa hari.

Kepada media setempat, sang ibu mengingat kembali kalau putranya meninggalkan rumahnya yang berlokasi di Sendai, Jepang, untuk menghadiri sebuah kompetisi pertandingan kartu nasional yang berlangsung di Kota Kitakyushu pada 23 Agustus 2013.

Akan tetapi, saat putranya tak pulang pada 25 Agustus 2013, sang ibu mulai merasa khawatir.

Nyatanya, dompet serta ponsel dari putranya yang tak diketahui identitasnya ini telah dirampok dan ia menghabiskan waktu selama 11 hari pulang ke Sendai dengan berjalan kaki.

Setibanya di rumah, putranya mengatakan : ”Aku tak mau membuat heboh. Aku minta maaf jika ada yang merasa tidak nyaman dengan hal ini.”

Setelah turnamen permainan kartu tersebut berakhir, pria ini tak menyadari kalau ia sudah terlambat ke bandara untuk kembali pulang ke Sendai.

Tak memiliki jalan lain, ia memutuskan pergi berjalan kaki agar bisa menemukan kafe internet dan bisa bermalam di sana.

Saat mencari kafe tersebut, ia tiba-tiba didekati oleh seorang pria yang memaksanya untuk menyerahkan dompet beserta ponselnya, dimana permintaan ini dituruti oleh korban.

Beruntung, meski sudah dirampok, ia sudah menyimpan uang sekitar 2.000 Yen (sekitar Rp 240.000), yang disembunyikannya di dalam sepatunya.

Biasanya, jika seseorang mengalami hal serupa, mereka akan menghubungi polisi atau menelepon ke rumah untuk meminta bantuan.

Sayangnya, hal ini tak dilakukan pria tersebut, yang akhirnya, memutuskan untuk pulang ke rumah dengan berjalan kaki seorang diri.

”Aku pakai uang 2.000 Yen yang kusembunyikan di sepatu untuk membeli roti dan air minum untuk mengusir rasa lapar,” ujar pria tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved