Di Matsaru Event Raudhatul Ulum, Serasa Belanja di Dua Negara

Tak mau hanya jadi penonton, pengelola Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, menyatakan siap meningkatkan mutu pendidikan

Editor: Eko Adiasaputro
dokumen pribadi
Sejumlah siswi menjaga stand yang mewajibkan pengunjungnya berbahasa Inggris pada Matsaru Event yang digelar Ponpes Raudhatul Ulum Sakatiga 18-20 Februari lalu. 

SRIPOKU.COM-- Genderang globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah lama ditabuh. Tak mau hanya jadi penonton, pengelola Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir (OI)  menyatakan siap meningkatkan mutu pendidikan.

BANYAK kegiatan yang menunjukkan komitmen pondok pesantren yang dikenal sebagai Mekkah Kecil di Bumi Sriwijaya ini. Salah satunya tampak pada momen Matsaru Event yang digelar pertama kali di awal tahun 2016 pada 18-20 Februari lalu.

Selain menggelar beragam pertandingan olahraga, lomba seni dan sains, pondok pesantren ini juga menggeber kegiatan dengan membuka stand bazar berbahasa Arab dan Inggris.

Pesertanya berasal dari siswa  tingkat SMP/MTs dan SD/MI se-Ogan Ilir dan sekitarnya dengan jumlah peserta  316 orang siswa.

Siswa yang melakukan transaksi di stand tersebut diwajibkan berkomunikasi menggunakan dua bahasa itu. "Serasa belanja di dua negara (Arab dan Inggis) ya," ujar salah seorang siswi yang berkunjung ke stand dimaksud.

Nuansa Arab dan Inggris memang amat terasa di stand bazar itu. Mereka yang bertransaksi di sana tampak "berlomba" menggunakan dua bahasa itu.

Meski masih ada yang malu-malu, namun tak mengurangi antusias untuk mencoba menggunakan salah satu dari
bahasa itu.

Para siswa yang bertugas pun sangat semangat melayani para pembeli. "Asy'uru bilhamasati liantiqo bil'arabiyyah, liannani akhdumaz zairin billughatil `arabiyyah," ujar Nadia Azkiya santri kls IX yang cukup fasih berbahasa Arab.

Di stand lain juga tak kalah heboh. Percakapan berbahasa Inggris juga tampak membuat cair suasana. "In this agenda i am very happy because every body can speak International language with me, that is English, speak English with me please," ujar Mutiara Salsabila yang menjaga stand berbahasa Inggris.

Ketua pelaksana kegiatan, Kgs H Abdul Gamal menjelaskan, dari cabang olahraga dipertandingkan cabang tenis meja, badminton, volly, sepakbola mini dan lari estapef.

Sedangkan untuk perlombaan ada LTBB, CCM, LCCI, Poster Sains, Asah terampil, speech contest dam story telling.

"Masing-masing tingkatan sekolah  berbeda jenis lombanya. Kami berharap kegiatan ini bermanfaat untuk pengetahuan dan keterampilan anak didik kita," katanya.

Sementara itu, menurut Rosidawati, juri asah terampil, beberapa hal yang menarik dari even tersebut salah satunya adalah stand bazaar yang digelar para santri, yakni program entrepreneur-nya.

"Satu stand siap melayani pembeli dengan bahasa Arab satau lagi dengan bahsa Inggris. Ya, memang serasa berbelanja di dua negara. Dulu saya kira di pondok pesantren itu hanya belajar ngaji," ujar dokter yang dinas di RSUD Ogan Ilir itu. (Rozalina/Guru di Ponpes RU)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved