Mengintip 'Bilik Cinta' di Sebuah Rumah Bordil Kalijodo

Kondisinya penuh sesak dengan bermacam tetek bengek, mulai yang khas, yakni alat kontrasepsi alias kondom, alat rias sederhana wanita

Tayang:
Editor: Sudarwan
Kompas.com/Robertus Belarminus
Kamar atau bilik cinta di kafe plus-plus di Kalijodo, Jakarta Utara, gelap, pengap serta berbau. Sabtu (20/2/2016) 

Ada pula yang punya tempat tidur dengan kolong berserakan penuh barang. Hanya satu dua ruangan yang punya kipas angin sebagai penyejuk ruangan.

Khusus kamar di bagian belakang, semuanya tak punya ventilasi, kecuali kamar di teras depan.

Di "bilik-bilik cinta" itu saat dipantau Sabtu (20/2/2016), kondisinya penuh sesak dengan bermacam tetek bengek, mulai yang khas, yakni alat kontrasepsi alias kondom, alat rias sederhana wanita, satu dua potong pakaian dalam wanita, sepatu, lemari, cermin, dan lainnya, tergeletak begitu saja.

Kondisi perabotan ini sudah berantakan berceceran di lantai. Rata-rata, kondisi ruangan jauh dari standar kebersihan. Letak kamar mandi berada di pojok tiap lantai.

Catatan Kompas.com, PSK di Kalijodo memasang tarif rata-rata Rp 100.000-Rp 150.000 sekali ngamar. Tiap PSK, melayani 10-15 hidung belang semalam.

Puskesmas Penjaringan mengindikasikan, PSK yang aktif di Kalijodo ada yang mengidap HIV. Tahun ini, pihak puskesmas belum punya data berapa banyak PSK yang mengidap HIV.

Namun, data tahun 2015, dari 200 orang PSK Kalijodo yang berobat, lebih kurang 40 orang di antaranya adalah pengidap HIV.

Cerita Kalijodo tak lama lagi akan berakhir. Daerah ini bakal dikembalikan fungsinya jadi ruang terbuka hijau.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved