Pondok Pesantren Dibakar

Pendekar dan Padepokan Sepakat Damai

Kapolres OKU Timur AKBP Saut P Sinaga ketika dikonfirmasi mengatakan, permasalahan di Ponpes Gundul tersebut saat ini sudah selesai.

Penulis: Evan Hendra | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Dalam perdamaian tersebut, disepakati beberapa poin perdamaian, yakni masing-masing pihak menahan diri untuk tidak berbuat anarkis. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu pengasuh Pondok Pesantren Padepokan9/Ponpes Gundul yang berlokasi di Desa Pelitajaya terhadap Tijo, warga Desa Tuguharum kecamatan Belitang Madang Raya menggunakan batu hingga meninggal dunia ketika melintas di depan padepokan tersebut, akhirnya selesai dengan perdamaian.

Perdamaian antara kedua belah pihak dilakukan di Ponpes Darussalam dengan dihadiri Kapolres OKU Timur pimpinan Ponpes KH Rumani Kapolsek, Camat, Danramil, Kades dan Pimpinan Padepokan H Sarip, selain itu hadir juga ketua PSHT Suratno, Ketua IPSI Edy Sukanto.

Dalam perdamaian tersebut, disepakati beberapa poin perdamaian, yakni masing-masing pihak menahan diri untuk tidak berbuat anarkis. Seluruh permasalahan diserahkan secara hukum, kedua belah pihak sepakat saling menjaga lingkungan pondok, dan sekitarnya, selain itu, kedua belah pihak juga menyepakati pembongkaran polisi tidur yang ada didepan ponpes tersebut. Dan kesepakatan perdamaian selanjutnya adalah masing-masing pihak sepakat membuka diri dan menjalin tali silaturahmi.

Kapolres OKU Timur AKBP Saut P Sinaga ketika dikonfirmasi mengatakan, permasalah di Ponpes Gundul tersebut saat ini sudah selesai dan kedua belah pihak sudah damai.

Informasi yang dihimpun pada Kamis (18/2/2016), pembakaran yang dilakukan oleh ratusan orang yang diduga berasal dari salah satu perguruan pencak silat tersebut dipicu oleh tindakan pemukulan yang dilakukan oleh pengasuh Ponpes Gundul bernama Mukhlis (48) terhadap orang warga masing-masing bernama Tijo dan anaknya Purwanto (38) warga Desa Tuguharum kecamatan Belitang Madang Raya menggunakan batu ketika melintas di Depan Ponpes tersebut.

Tijo dan anaknya, Purwanto yang merupakan salah satu anggota pencak silat berangkat menyadap karet pukul 06.30 dihadang oleh Mukhlis ketika melintas di depan Ponpes. Mukhlis yang merupakan salah satu pengasuh Ponpes Gundul itupun kemudian langsung memukul korban Tijo menggunakan batu tepat di bagian keningnya hingga menyebabkan korban terjatuh. Setelah memukul korban pelaku kemudian langsung masuk kembali ke dalam ponpes.

Anak korban yang melihat orangtuanya tersungkur langsung membawanya ke Rumah Sakit Charitas Gumawang dengan dibantu warga sekitar. Namun karena luka di bagian kepala korban cukup parah sehingga nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved