Wartawan Antara Gadungan Beraksi di Acara Pelantikan Tujuh Bupati di PSCC

Identitasnya terungkap saat ID card palsu miliknya terjatuh dan ditemukan jurnalis foto resmi ANTARA, Nova Wahyudi

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Dolly Rosana, wartawan LKBN ANTARA menunjukkan ID Card oknum yang menyamar sebagai wartawan ANTARA pada pelantikan bupati di PSCC, Rabu (17/2/2016). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Acara pelantikan tujuh Bupati Wakil Bupati di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) di Jalan POM IX Palembang, Rabu (17/2/2016) dimanfaatkan sejumlah oknum tidak bertanggung jawab menyamar sebagai wartawan untuk melakukan peliputan.

Seorang pria paruh baya tertangkap tangan menyamar sebagai wartawan LKBN Antara.

Identitasnya terungkap saat ID card palsu miliknya terjatuh dan ditemukan jurnalis foto resmi ANTARA, Nova Wahyudi saat bersangkutan sedang mengambil gambar menggunakan kamera handphone. Entah apa maksudnya tujuannya menyamar sebagai jurnalis itu.

Nova mengatakan, sang wartawan gadungan tidak sengaja menjatuhkan ID cardnya dengan sigap pria yang akrab disapa Elmo itu mengambil tanda pengenal yang bertuliskan wartawan ANTARA bernama Edwardi.

"Waktu saya tanya wartawan mana, dia langsung bilang dari Mabes TNI. Mungkin karena dia lihat ID Card saya," kata Elmo.

Elmo pun coba mengembalikan ID card palsu tersebut kepada empunya. Namun wartawan gadungan tersebut justru kabur meninggalkan ruangan pelantikan. Hingga acara usai, Elmo tak lagi bertemu dengan wartawan gadungan itu.

"Dia jelas bukan wartawan kami, karena nama bersangkutan tidak pernah ada," jelas Elmo.

Dari ID card palsu yang ditemukan tersebut tercantum nama EDWARDI dengan nomor induk pegawai 330258258.

Saat diperbandingkan dengan ID card LKBN Antara yang asli, terdapat perbedaan mencolok.

ID card wartawan gadungan tersebut berwarna putih polos, sementara yang aslinya terdapat garis-garis kehijauan.

Di bagian belakang kartu jauh berbeda. ID card palsu tersebut ditandatangani oleh Ahmad Mukhlis Yusuf, direktur utama yang lama.

Sementara ID card wartawan LKBN yang resmi ditandatangani oleh Direktur Utama Saiful Hadi.

"Kalu ID Card asli itu ya seperti kami ini, dan yang mengeluarkannya dari pusat. jelas dia itu gadungan," timpal Dolly Rosana wartawan resmi ANTARA lainnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved