Situs Megalit Pagaralam Belum Siap Jual

Pasalnya selain masih kurangnya promosi juga perawatan lokasi megalit juga belum maksimal.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Batu megalit ditemukan warga di kebun kopi miliknya diduga batu prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM – Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, Muhammad Ramli mengungkapkan, bahwa hingga kini keberadaan situs megalit di Kota Pagaralam masih belum siap jual.

Megalit yang ada belum bisa menjadi salah satu objek yang menyedot perhatian pengunjung maupun wisatawan untuk berkunjung ke objek bersejarah ini.

Pasalnya selain masih kurangnya promosi juga perawatan lokasi megalit juga belum maksimal.

Namun kondisi tersebut disebabkan lahan lokasi megalit masih belum milik pemerintah.

Kondisi inilah yang membuat masih susahnya megalit dijadikan jualan untuk Kota Pagaralam.

"Secara umum situs-situs di Pagaralam bagus dan bernilai sejarah tinggi. Hanya saja belum siap untuk dijual, dan bisa menjadi aset pemerintah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pagaralam," ujar Ramli, kepada Sripoku.com.

Ramli tidak menampik, jika status tanah yang menjadi lokasi keberadaan situs masih banyak berada di lahan aktif milik masyarakat.

Seperti halnya di daerah areal persawahan, sehingga memerlukan perhatian dari pemerintah setempat.

"Status tanahnya yang harus diperhatikan, bagaimana pemerintah menyelesaikan masalah ini. Makanya perlu adanya petugas turun untuk melakukan pendataan," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved