Breaking News:

Jasad Alif Timbul Tenggelam Dikira Batang Kayu di Sungai Enim

Sepupunya sempat menegur korban untuk tidak bermaim di pinggir pulau, namun korban tidak mendengarkannya.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Alif Rizki Saputra (5) (dalam kantong mayat), warga Jalan Baturaja, Talang Gabus, RT 05 Tanjungenim, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim, yang meninggal karena tenggelam di Sungai Enim, menunggu dijemput mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka. Korban ditemukan disekitar pangkalan pasir Irwansyah, Desa Kepur, Muaraenim, Sabtu (6/2/2016). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Setelah dinyatakan tenggelam pada Jumat (5/2/2016), Alif Rizki Saputra (5) warga Jalan Baturaja, Talang Gabus, RT 05 Tanjungenim, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim, akhirnya ditemukan di Sungai Enim, Desa Kepur, Kecamatan Muaraenim, Sabtu (6/2/2016) sekitar pukul 14.00.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tenggelamnya balita laki-laki ini yang baru duduk di bangku Taman Kanak-kanak, berawal ketika korban bersama kakak sepupunya Aditia Yuda (12) pelajar SMP bersama enam temannya Firdaus (14), Akbar (14), Tomi (13) Heri (13), Jimi (14), dan Lingga (14), mandi di Sungai Enim.

Karena korban masih kecil, lalu kakak sepupunya Aditia Yuda, menggendongnya bersama teman-temanya menyeberangi Sungai Enim menuju daratan berbentuk pulau kecil yang berada di tengah Sungai Enim, yang biasa disebut masyarakat sekitar dengan nama Pulau Yahya dengan jarak sekitar 20 meter.

Ketika tiba di Pulau Yahya, Aditia Yuda bersama teman-temannya bermain sambil membakar ubi, dan korban Alif bermain sendirian di pinggiran Pulau Yahya. Sepupunya sempat menegur korban untuk tidak bermaim di pinggir pulau, namun korban tidak mendengarkannya.

Setelah pukul 15.40, Aditia Yuda bersama teman-temannya hendak pulang, namun mereka tidak melihat korban lagi yang sebelumnya bermain dipinggir Pulau Yahya. Lalu mereka beramai-ramai mencari korban disekitar pulau Yahya, karena khawatir korban belum bisa berenang. Namun korban tidak juga ditemukan. Karena masih tetap juga tidak ditemukan, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke orangtua korban.

Mendengar hal tersebut keluarga korban dan warga serta tim gabungan Polsek Lawang Kidul, Koramil Lawang Kidul, Basarnas PTBA dan PT PAMA melakukan pencarian di Sungai Enim dengan cara melakukan penyisiran sungai, namun korban tidak juga ditemukan.

Pada Sabtu (6/2/2016), korban ditemukan secara tidak sengaja oleh dua bersaudara pengepul pasir di Sungai Enim yakni Abdulah (52) dan Herion (50) warga Desa Kepur, Muaraenim di sekitar pangkalan pasir milik Irwanudin sekitar pukul 14.00.

"Awalnya kami kira kayu, karena timbul tenggelam. Ketika semakin dekat, barulah tahu jika benda tersebut adalah mayat anak laki-laki," ujar Abdulah dan Herion.

Dikatakan Abdulah, setelah yakin benda tersebut adalah mayat manusia, mereka berdua tanpa ragu-ragu langsung mengambil dan mengangkatnya ke atas perahu yang sebagian sudah penuh pasir. Setelah itu, mayat tersebut mereka bawa ke daratan ke pangkalan pasir milik Irwanudin. Setelah itu, mereka memberitahukan ke perangkat desa dan diteruskan ke tim gabungan Pemkab Muaraenim dan Polres Muaraenim.

Korban pada saat ditemukan menggunakan baju kaos warna biru dan orange dengan gambar dan tulisan Boy Anak Jalanan serta celana pendek.

Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto melalui Kabagops Kompol Andi Kumara didampingi Kasubag Humas Iptu Arsyad Agus, saat ini, korban sudah divisum dan dibawa oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved