Hendak Gunting Rambut Usai Azan Subuh, Seorang Pengamen Dihajar Pemilik Salon

Ia dihakimi warga lantaran diduga hendak melakukan aksi pencurian.

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Dengan wajah lebam, seorang anak jalanan atau pengamen bernama Almi ketika diamankan ke ruang unit Lidik Reskrim Polres OI, Kamis (4/2/2016). 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA - Almi (24), seorang pengamen yang biasa mangkal di seputaran warung yang berada di Kelurahan Timbangan Kecamatan Inderalaya Kabupaten OI, babak belur dihajar warga.

Ia dihakimi warga lantaran diduga hendak melakukan aksi pencurian.

Mengingat, pria warga Desa Teluk Jaya Kecamatan Kelekar Kabupaten Muaraenim itu, hendak masuk ke dalam warung salon. Sedangkan, pintu salon yang masih dalam keadaan situasi sepi dan pada pagi hari atau tepatnya usai azan subuh berkumandang.

Informasi yang berhasil dihimpun, tindakan main hakim sendiri yang dilakukan warga terhadap salah satu pengamen itu, terjadi pada Rabu (3/2/2016), pukul 05.00, di salah satu salon yang berada di Kelurahan Timbangan Kecamatan Inderalaya Kabupaten OI.

Peristiwa tersebut berawal pagi itu Almi berniat hendak menggunting rambut dengan cara hendak menyelinap masuk ke dalam salon di saat pemiliknya masih terlelap tidur. Padahal kondisi salon masih dalam keadaan sepi dan pintu masih terkunci.

Karena terdengar suara yang tak lazim, pemilik salon setempat terbangun dari tidur dan seketika itu merasa curiga dengannya.

Pemilik salon berpikir tidak mungkin pelanggan hendak menggunting rambut pada malam hari.

Kemudian, saat ditanya-tanya oleh pemilik salon, pria bertubuh yang terlihat masih anak-anak tersebut langsung gugup.

Saat itulah ia dituduh hendak mencuri dan seketika dihajar oleh pemilik salon bersama warga lainnya hingga babak belur.

Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan setelah beberapa orang petugas kepolisian tiba di lokasi dan langsung membawanya ke Mapolres OI.

Menurut pengakuan Almi saat diamankan ke Mapolres OI, dirinya sama sekali tidak berniat untuk mencuri namun ia hendak menggunting rambut.

"Aku tu nak gunting rambut pak. Tapi, pagi itu pintu salon masih dalam kondisi terkunci. Di saat pintu kuketok, datanglah pemilik salon dan langsung memukul saya," ujarnya di Mapolres OI, Kamis (4/2/2016), dengan kondisi wajah yang nampak lebam dan mengalami luka sedikit lecet di bagian kening.

Lantaran tergolong anak jalanan oleh petugas Polres OI dengan koordinasi bersama pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI, Almi langsung diserahkan kepada pihak Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab OI.

Kadinsos Pemkab OI Edy Rizal SH membenarkan pihaknya telah membawa anak jalanan itu ke panti sosial.

"Kita menerima informasi dari pihak kepolisian mengenai adanya anak jalanan yang masuk ke salon dengan cara yang tidak lazim dan diamankan oleh warga dan polisi. Oleh karena itulah, rencananya anak jalanan ini akan kita bawa ke panti sosial untuk dibina," kata Kadinsos OI Edy Rizal.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved