Kapolres Prabumulih: Tembak Pelaku Pungli!

Selain mengamankan para pelaku, petugas juga berhasil menyita barang bukti yang menjadi hasil dan alat yang digunkan para pelaku.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUN SUMSEL/EDISON
Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP ketika menyampaikan press realise tangkapan pelaku pungli, curat, curas selama Januari 2016 di halaman Mapolres Prabumulih, Jumat (29/1/206). Kapolres meminta anggotanya tak segan melumpuhkan pelaku pungli disertai kekerasan, curat maupun curas. 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP didampingi Kabag Ops, Kompol Andi Supriadi SIK SH MH menegaskan, pihaknya tidak akan segan melumpuhkan para pelaku pungutan liar (Pungli) yang meresahkan terlebih dalam menjalankan aksi disertai dengan pencurian maupun tindakan kekerasan.

"Kalau sudah tidak bisa lagi baik kita lakukan, atau melakukan pungli disertai pencurian, tindakan kekerasan maka kita tidak segan melumpuhkan para pelaku pungli. Sekali lagi kita ingatkan pelaku," tegas Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP ketika menyampaikan press release tangkapan pelaku pungli, curat, curas selama Januari 2016 di halaman Mapolres Prabumulih, Jumat (29/1/2016).

Arief Adiharsa mengungkapkan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan pihak terkait seperti dinas sosial untuk mengarak para pelaku pungli keliling kota, hal itu sebagai salah satu sanksi sosial bagi para pelaku.

"Kita akan bahas dan koordinasikan, mungkin nanti akan kita arak keliling kota, sebagai sanksi sosial bagi mereka dalam pembinaan nantinya," bebernya.

Dalam kegiatan press release itu, Polres Prabumulih berhasil meringkus sebanyak 22 pelaku kriminal yang terdiri dari 10 orang pelaku pencurian rumah kosong, 1 orang pelaku pendahan barang curian, dan 11 orang lainnya pelaku pungli, pemerasan di Jalur Prabumulih atau di Jalan Lingkar kota Prabumulih.

Selain mengamankan para pelaku, petugas juga berhasil menyita barang bukti yang menjadi hasil dan alat yang digunkan para pelaku dalam menjalankan aksi kejahatan. Barang bukti berupa, 8 unit kendaraan roda dua, uang, kunci T, sajam, air soft gun, senpira, laptop, 2 unit handphone, 489 pendrol kereta, puluhan jerigen solar dan genset serta barang bukti lainnya.

"Tindakan tegas tidak hanya akan dilakukan kepada pelaku pungli yang disertai kekerasan dan pencurian, namun juga akan dilakukan ke semua pelaku kejahatan yang beraksi di wilayah hukumnya disebabkan para pelaku sudah meresahkan serta terbilang sadis tidak segan melakukan tindakan penganiayaan yang mengancam keselamatan warga. Pelaku pungli sudah menggunakan pistol, senpira dan sajam, tentu ini diluar batas," ungkap Kapolres Prabumulih.

Pria yang sebelumnya pernah menjabat penyidik KPK ini menuturkan, parahnya para pelaku pungli dan kejahatan tidak hanya warga Prabumulih tapi dari luar kota dan telah berinovasi dalam memuluskan aksi kejahatannya.

"Ada yang membawa pistol mainan, ada yang beraksi pakai petasan seolah-olah pistol, ada yang pura-pura memperbaiki jalan, ada yang menyiapkan motor untuk kabur di dalam hutan dan inovasi lainnya. Namun itu semua akan terus kita berantas," tuturnya.

Lebih lanjut Kapolres Prabumulih menambahkan, sejumlah pelaku yang diamankan tak lepas dari kerjasama semua bagian dan juga merupakan bagian dari kinerja sejumlah jajaran Polsek yang ada di kota Prabumulih.

"Pelaku pungli kita amankan merupakan hasil dari operasi Standby on Call yang kami lakukan setiap malam, kedepan kita akan tambah intensif memburu para pelaku terlebih kita sudah ada empat pos pengamanan," tambahnya.

Arief berhararap, masyarakat untuk tidak melakukan pungli atau ikut-ikutan pungli, disebabkan pihaknya selain akan terus menertibkan maupun tindakan tegas juga terus melakukan sosialisasi ke kampung-kampung masyarakat dan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan seluruh asosiasi, tranfortir serta pemerintah.

"Kita berharap masyarakat jangan ikut-ikut melakukan pungli, jangan terprovokasi cara mudah dapat duit tanpa bekerja. Pungli dilarang, kita tidak segan ringkus dan lumpuhkan, jadi jangan sampai ikut pungli atau melakukan pungli karena kita tidak akan berhenti sampai disini," bebernya. (eds/TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved