Persib Update
Vujovic Yakin Persib Bisa Atasi Beban Berat
"Tapi ia (Dejan Antonic) adalah pelatih bagus yang selalu menghasilkan dampak positif untuk setiap tim yang dia tangani sebelumnya.
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, BANDUNG-Vladimir Vujovic alias Vlado be asing Persib mengungkapkan, musim ini Maung Bandung dan pelatih baru Dejan Antonic akan mengalami kesulitan dan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Apalagi bebannya menggantikan Djadjang yang membawa Persib Bandung juara.
"Tapi ia (Dejan Antonic) adalah pelatih bagus yang selalu menghasilkan dampak positif untuk setiap tim yang dia tangani sebelumnya. Para pemain yang ada juga akan memberi kejutan. Saya optimistis tim ini akan kembali kompetitif," kata Vlado.
Ayah satu anak ini menilai, komposisi tim tidak akan banyak berubah, dari belakang hingga depan. Pemain yang musim lalu bergabung dengan PERSIB, masih mempunyai peran penting. Seperti posisi Hariono dan Taufiq yang siap kawal lini tengah bersama Kim Jeffrey Kurniawan, ditambah hadirnya Aron Da Silva menjadi kekuatan baru Maung Bandung.
"Sayap kita masih ada Atep, Laly yang cepat, juga Tantan. Agung (Pribadi) juga bisa mengisi bek sayap dan bermain bagus kalau mendapatkan kepercayaan. Jadi tidaklah buruk meski banyak pemain sudah pergi," ujarnya.
Center bek asal Montenegro, Vladimir Vujovic dalam waktu dekat akan bergabung kembali bersama Persib. Bersama Dejan Antonic sebagai pelatih baru Maung Bandung, Vujovic cukup optimis menatap Indonesia Super Competition yang rencananya akan bergulir Maret mendatang.
Pria yang karib disapa Vlado ini menilai, memang cukup berat menghadapi ISC dalam kondisi tim saat ini. Terlebih, banyak pemain pindah dan cedera setelah perhelatan Turnamen Piala Jenderal Sudirman lalu, mereka adalah Firman Utina, M. Ridwan, Supardi Nasir, Achmad Jufriyanto, Makan Konate, Zulham Zamrun, Abdul Rahman, Dedi Kusnandar, Ilija Spasojevic, dan Shahar Ginanjar.
Selain pemain, Djadjang Nurdjaman yang membawa Persib juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Piala Presiden, harus pergi untuk menuntut ilmu ke Italia. Kondisi ini kata Vlado, bakal menghadirkan kesulitan dan tantangan tersendiri bagi pelatih manapun yang menggantikan Djadjang.