Banjir di Lahat
Cegah Banjir Pemkab Lahat Bangun Lima Titik Retensi
Disisi lain khusus untuk Kota Lahat sendiri saluran yang ada sangat kecil untuk menampung volume air.
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, LAHAT -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat akan membangun setidaknya lima kolam retensi di dua kecamatan yakni tiga di Kota Lahat dan dua direncanakan di Desa Batay, Kecamatan Gumay Talang, Lahat. Saat ini Pemkab Lahat sedang melakukan survey lokasi kolam retensi.
Hal tersebut seperti diungkapkan Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva'I, SE melalui Kepala Dinas PPKAD Lahat, H Haryanto SE, MM saat meninjau lokasi kolam retensi di Desa Manggul, Kecamatan Lahat. Menurutnya terjadinya banjir yang melanda beberapa kecamatan, Sabtu (23/1/2016) akan disikapi secara cepat dan upaya penanggulangan jangka panjang oleh Bupati Lahat.
"Ya hari ini kita langsung survei untuk pembuatan kolam retensi sejauh ini untuk di Lahat ada tiga titik yakni di Kelurahan Bandar Jaya, dua titik di desa Manggul dan dua titik lagi di Desa Batay Gumay Talang," ungkap Haryanto saat melakukan survei didampingi PLT Kadis PU BM dan beberapa SKPD lain.
Jika lokasinya dan ukurannya tepat Pemkab Lahat akan melakukan negosiasi dengan pemilik lahan meski Pemkab sangat optimis warga akan bersedia menghibahkan lahanya untuk kepentingan masyarakat banyak. Kolam retensi sendiri dibangun tidak lain sebagai upaya untuk pencegahan banjir. Dengan adanya kolam retensi air akan terserap ke kolam tersebut dan diharapkan saat musim penghujan air tertampung sehingga tidak terjadi lagi banjir.
Disisi lain khusus untuk Kota Lahat sendiri saluran yang ada sangat kecil untuk menampung volume air baik dari pembuangan maupun saat musim ukan. Sementara untuk membangun saluran kecil kemungkinan karena sangat dekat dengan pemukiman warga bahkan ada saluran yang dibangun warga untuk kepentingan pribadi.
"Jadi ini upaya jangka panjang dengan harapan banjir tidak terjadi lagi setidaknya diminimalisir," jelasnya.
Sementara itu, untuk kawasan Kota Lahat saat ini minim serapan air. Hanya ada satu dua kolam retensi satu di kawasan Kelurahan Kota Baru dan satu lagi di Taman Ribang Kemambang. Disisi lain, perumahan warga terus berkembang di kota berjuluk Kota Takwa ini.
"Kalau di lahat dak heran kalau banjir karena serapan sudah sangat sedikit belum lagi banyaknya pengembang properti saat ini sehingga kawasan atau lahan kini berubah perumahan," kata Hasan, warga Kota Lahat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/lokasi-kolam-retensi-di-lahat_20160125_073553.jpg)