Breaking News

Konsep Membuat Taman Rumah

Taman jangan hanya berpatokan pada nilai estetika, namun wajib pula mempertimbangkan lingkungan jangan sampai rusak dikarenakan adanya taman tersebut

Penulis: Refli Permana | Editor: Sudarwan

Untuk lebih optimal menyerap air, Desy mengatakan, rumput dinilai lebih baik ketimbang paving block.

Ada berbagai jenis rumput yang memiliki fungsi menyerap air, namun enak dipandang dan tidak memberikan dampak saat menyentuh kulit.

Rumput-rumput yang bisa dipilih adalah rumput jepang, rumput gajah mini, atau rumput golf.

Jika dipelihara dengan rutin, rumput-rumput ini bisa menambah kesan estetika untuk halaman rumah.

Rumah yang berada di komplek perumahan, jelas Desy, sangat wajib memperhatikan resapan air. Pembangunan perumahan sebenarnya sudah mempersempit jalannya air tanah.

Ditambah dengan pembuatan taman yang tidak memiliki resapan air yang bagus, bisa dibayangkan kondisi genangan air nantinya.

Jika setiap rumah dalam suatu komplek perumahan membuat taman yang bagus meresap air hujan, Desy meyakini penyebab timbulnya bencana banjir bisa diminimalisir, bahkan benar-benar dicegah.

Sebab itu, setiap kali membuat taman, jangan hanya mempertimbangkan nilai estetika, namun pertimbangkanlah fungsi taman sebagai media penyerapan air hujan.

"Jadi, ini benar-benar harus dipertimbangkan. Mulailah dari hal kecil untuk mencegah bencana yang tidak kita inginkan," kata lulusan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya ini.

Untuk taman yang di dalam rumah, Desy mengatakan memang banyak dibuat oleh masyarakat.

Hanya saja, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya menjaga rumah tetap kering.

"Sebab itu, biasanya bunga yang digunakan adalah bunga buatan karena tidak harus disiram. Jika ada kolam, sebisa mungkin airnya tidak terisi penuh suaya tidak luber dan membasahi rumah," kata Desy.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved