SFC Update

Firman Utina Cs Urung Gigit Jari

Dikatakan Faisal, besar harapan ISC dapat digulirkan, karena akan menggunakan perusahaan di luar PT Liga

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/CANDRA OKTA DELA
Firman Utina, pemain Sriwijaya FC bersalaman dengan Presiden SFC Dodi Reza Alex usai penandatanganan kontrak di Griya Agung beberapa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Firman Utina dan kawan-kawan sepertinya urung gigit jari tidak adanya kompetisi. Terhentinya ISL, hingga tidak keluarnya izin dari BOPI membuat harapan pelaku sepakbola sempat layu. Namun, sebannyak 17 klub sepakbola bersatu membentuk perusahaan baru sebagai wadah terbentuknya kompetisi dengan nama Indonesia Super Champion (ISC).

Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid mengatakan, saat ini Sriwijaya FC (SFC) telah mengusulkan nama untuk perusahaan baru yang bakal menjadi wadah kompetisi. Meski akan berjalan terjal karena carut marutnya kisruh PSSI dan Menpora, diharapkan perusahaan baru ini dapat menjadi alternatif terbentuk kompetisi.

"Kita belum tahu ujungnya seperti apa. Tapi, kalau kita tidak berusaha kita tidak tahu sampai kapan. Untuk itu, lebih baik kita bersama 17 tim lain, untuk bergerak membuat kompetisi dengan cara apapun," ungkap Faisal, Kamis (21/1/2016).

Dikatakan Faisal, besar harapan ISC dapat digulirkan, karena akan menggunakan perusahaan di luar PT Liga yang berada di bawah naungan PSSI. Artinya, dengan dibekukannya PSSI, BOPI tidak bisa memberikan izin. Oleh karenanya dicoba dengan cara lain.

"Kemarin kita telah rapat, SFC diwakili presiden tim. PSSI juga turut hadir dan memberikan restu. Intinya, kita berharap dapat segera menggulirkan kompetisi," ucap pria yang akrab disapa Uda ini

Ditanya kapan rencana bergulirnya ISC, Faisal mengaku jika dalam jadwal yang disusun saat rapat, estimasinya di bulan Maret.

"Harapan kita, bisa bergulir di Maret. Jadi, bisa terus lanjut sampai bulan November," pungkasnya.

Sebelumnya, BOPI memastikan tidak akan mengeluarkan rekomendasi kepada PT Liga Indonesia untuk menggulirkan ISL 2016. Pada akhir 2015, PT Liga telah meminta rekomendasi menggulirkan ISL 2016 kepada BOPI. Namun berdasarkan bocoran surat balasan BOPI kepada PT Liga yang ditandatangani ketua umum Noor Aman tertanggal 5 Januari 2015, organisasi di bawah kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) ini tidak memberikan rekomendasi.

“Dengan ini disampaikan bahwa BOPI belum memenuhi permohonan saudara, karena belum adanya beberapa syarat yang belum terpenuhi sehubungan dengan adanya sanksi Menpora berdasarkan surat keputusan menteri pemuda dan olahraga No 1307 tertanggal 17 Maret 2015 perihal pengenaan sanksi administratif berupa kegiatan keolahragaan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia tidak diakui oleh pemerintah,” demikian pernyataan BOPI dalam surat tersebut.

“Penolakan itu, karena mereka belum menyertakan rekomendasi dari Tim Transisi. Itu Syarat mutlak,” Sekjen BOPI Heru Nugroho.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved