Wartawan Online di PALI Dirampok Enam Orang Bersenjata Api

"Setelah motor aku serahkan aku berlari, kemudian 4 pelaku turun tebing menghadang dan mengacungkan Senpira yang berjarak sekitar 2 meter .

Penulis: wartawan | Editor: Tarso
TRIBUN SUMSEL.COM/ARI WIBOWO
Maman saat membuat laporan di Polsek Talang Ubi PALI. 

SRIPOKU.COM, PALI --‎ Pelaku perampokan motor di jalanan menggunakan Senjata Api Rakitan (Senpira) alias begal bersenpi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kian meresahkan para pengendara.

‎Kali ini‎, kejadian itu menimpa Maman Wahari (38) wartawan online yang bertugas di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)‎, ketika ia melintas jalan perbatasan antara Simpang Raja d‎engan Desa Jerambah Besi, Kamis (14/1) sore.

"Waktu aku, hendak pulang ke rumah kemarin (14/1) sekitar pukul 15.30 dua orang menghadang di jalan dan mengacungkan ‎kecepek (senjata api rakit laras panjang) ke arah tubuh aku, kemudian pelaku merampas sepeda motor," kata Mamam, warga Desa Jerambah Besi, Jumat (15/1/2016).

Setelah pelaku merampas motor, lanjutnya, Maman, langsung menyelamatkan diri dengan berlari sepanjang 20 meter dari lokasi kejadian. Namun, ia tetap dikejar para komplotan begal gunakan Senpira.

"Setelah motor aku serahkan aku berlari, kemudian 4 pelaku turun tebing menghadang dan mengacungkan Senpira yang berjarak sekitar 2 meter ke tubuh aku, kemudian mereka memaksa mengambil tas ransel beserta isinya," ujar Maman..

Akibat kejadian itu, Maman, kehilangan satu unit sepeda motor honda beat beserta STNK, dua unit handphone ‎Android, uang tunai Rp 300 ribu dan kartu identitas, dengan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 21 juta.

"Motor aku beserta STNK, dua handphone, uang tunai, dan kartu ATM, KTP, Id Card wartawan, dirampas pelaku begal," jelas Maman seraya mengatakan komplotan pelaku begal, empat orang menggunakan Senpira dua memegang parang, mereka berpakaian topeng menutup wajahnya.

Sementara itu, Kapolres ‎Muaraenim, AKBP Nuryanto SIK, melalui Kompol Janton Silaban SIK membenarkan telah menerima laporan korban.

Pihaknya sudah melakukan olah TKP dan langsung menyisir di sekitar lokasi kejadian untuk mengejar para pelaku.

"Kita sudah menerima laporan dari korban, dari hasil laporkan korban jumlah pelaku enam orang, identitas pelaku sudah dikantongi ‎hingga saat petugas masih mengejar para pelaku," jelas Kompol Janton.(Ariwibowo/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved