Lakukan Pungli di Jalan Lingkar Prabumulih, Tiga 'Ardi' Diciduk Polisi

Ketiganya melakukan pungli di Prabumulih, lantaran di sepanjang jalan utama Kecamatan Lembak tidak ada jalan berlubang.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Tiga pelaku pungutan liar (pungli) yang merupakan warga Jalan Tapus Desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim, diringkus jajaran Satuan reserse kriminal Polsek Prabumulih Timur, pada Sabtu (9/1/2016) sekitar pukul 02.00.

Tiga pelaku pungli dengan modus memperbaiki jalan berlubang itu sengaja datang dan melakukan aksi di jalan-jalan rusak di kawasan Jalan Lingkar Timur Prabumulih dengan membawa cangkul serta karung. Ketiganya melakukan pungli di Prabumulih, lantaran di sepanjang jalan utama Kecamatan Lembak tidak ada jalan berlubang.

Ketiga pelaku yakni Ardi Ansah (23), Ardiansyah alias Ardi Logo (26) dan Ardiansyah (20), ketiganya yang masih bersepupu tersebut tinggal di satu kampung di Jalan Tapus Desa Lembak. Dari tangan Ardi Ansah dan Ardi Logo, berhasil diamankan cangkul dan karung untuk memperbaiki jalan serta satu unit motor. Sementara dari tangan Ardiansyah, petugas berhasil mengaman satu bilah senjata tajam.

Selanjutnya ketiga pelaku digelandang ke Mapolsek Prabumulih Timur untuk mempertanggungjwabkan perbuatannya.

Diringkusnya tiga 'Ardi' itu bermula ketika anggota Polsek Prabumulih Timur bersma tim Standby On Call (SOC) Polres Prabumulih melakukan patroli rutin di Jalan Lingkar Timur Prabumulih. Petugas yang melintas di Jalan Lingkar tepatnya di kawasan Kecamatan Muradua kemudian mendapati ada tiga pria mencurigakan tegak di pinggir jalan dengan membawa cangkul. Melihat itu petugas lalu menghampiri dan melakukan penggeledahan terhadap tiga pemuda tersebut. Petugas yang melakukan penggeledahan kemudian mendapati sebilah senjata tajam jenis pisau dari balik pinggang tersangka Ardiansyah, selanjutnya setelah diinterogasi ketiganya mengakui tengah melakukan pungutan liar terhadap truk-truk angkutan.

Petugas lalu menggelandang ketiga pelaku ke Mapolsek Prabumulih Timur untuk diproses lebih lnjut. Di hadapan petugas, para pelaku mengakui sengaja datang ke jalan lingkar Prabumulih melakukan pungli lantaran di Kecamatan Lembak tak ada jalan berlubang.

"Kami hanya membenari jalan dan menyorongkan kardus kepada sopir, tidak memaksa. Siapa yang ikhlas mau memberi silahkan dan yang tidak mau ya tidak apa-apa, kenapa malah ditangkap," kilah Ardi Ansah dihadapan polisi, Minggu (10/1/2016).

Ardi Ansah menuturkan, ketiganya yang masih bersepupu itu sengaja ke Prabumulih dengan membawa cangkul serta karung untuk melakukan aksi pungutan liar.

"Kami cari jalan berlubang dan kmi cangkul, karung untuk mengankut tanah dan karung lainnya untuk meminta uang. Semalam kami dapat puluhan ribu, karena banyak sopir hanya memberi Rp 1.000 atau Rp 2.000," katanya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Arif Adiharsa SIK melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Sugeng Pranoto didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Rikiyanto Atmaja mengatkan, tiga pelku diringkus ketika petugas melakukan patroli rutin.

"Dua pelaku akan kita lakukan pembinaan dan pemeriksaan, sementara satu pelaku membawa senjata tajam akan kita jerat pasal 2 ayat 1 UU Darurat no 12/1951 dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya sepuluh tahun penjara," tegasnya. (eds/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved