Ini Tiga Ciri Karakter Entrepeneur Sukses

Seorang entrepreneur sukses akan memiliki cara pandang atau cara berpikir tertentu yang berbeda dengan kebanyakan orang.

Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan

TUNG Desem Waringin dalam sebuah audio book berjudul ‘The Giant Step’ menjelaskan bahwa ada tiga ciri pada karakter entrepreneur sukses. Tung menyebutnya sebagai tiga ciri orang kaya. Apa saja ketiga ciri tersebut? Simak penjelasan berikut:

1. Think in the certain way (berpikir dengan cara tertentu).

Seorang entrepreneur sukses akan memiliki cara pandang atau cara berpikir tertentu yang berbeda dengan kebanyakan orang. Cara berpikir ini menjadi sebuah pola pikir yang tidak dibuat-buat, tetapi telah mendarah daging hingga menjadi karakter dan bagian dari sikap atau perilaku sehari-hari.

Lalu, kira-kira apa saja kecenderungan utama dari cara berpikir sukses ini? Tung merincinya dengan:

a. Memberikan nilai tambah.

Seorang entrepreneur atau pengusaha atau “orang kaya” cenderung memiliki sikap untuk selalu memberikan nilai tambah pada apa pun yang dilihatnya sebagai potensi bisnis. Banyak pengusaha yang mampu mencetuskan ide bisnis yang sederhana dengan cara memberikan nilai tambah kepada barang-barang yang sepertinya tidak berguna. Nilai tambah ini juga termasuk dalam memberikan pelayananan jasa tertentu kepada orang lain. Seorang entrepreneur mampu melihat barang-barang atau situasi yang tampak tidak bergu na, lalu mengolah dan memberikannya nilai tambah hingga menjadi barang-barang atau situasi yang amat berharga. Aneka barang bekas bisa disulap menjadi souvenir cantik berharga mahal.

b. Berprinsip win-win solution.

Orang sukses bukanlah orang yang melakukan trik-trik tipuan untuk menggali konsumen atau mitra kerjanya. Justru orang sukses selalu berpikir win-win solution atau berpikir “menang-menang.” Dia mencari cara bagaimana agar sebuah transaksi atau hubungan kerjasama dapat sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Keuntungan ini tidak selalu berupa uang, tetapi dapatjuga berupa jaminan kualitas produk, terpenuhinya kebutuhan, pelayanan yang berkualitas, dan lain sebagainya.

c. Membuat goal yang spesifik.

Goal adalah tujuan atau sasaran yang akan dicapai. Semua orang memang memiliki cita-cita dan keinginan, tetapi goal bukanlah sekadar cita-cita. Goal harus berupa sesuatu yang spesifik, jelas dan mudah digambarkan atau mudah diukur. Goal ini akan disimpan oleh memori otak di bagian bawah sadar, kemudian ia akan menggerakkan tubuh dan pikiran sadar untuk mewujudkan goal tersebut. Contohnya adalah ketika kita berniat bangun pagi. Sebelum tidur, kita menetapkan goal untuk bisa bangun pagi. Nah, goal ini akan dicatat oleh otak, lalu menciptakan alarm alami yang akan membngunkan kita. Tetapi otak akan mengala mi masalah. Jam berapa tepatnya yang kita maksud dengan pagi? Otak tidak memiliki informasi itu sehingga tidak mampu menjalankan alarm alami yang kita buat. Ia bingung dengan tidak adanya kepastian jam.

2. Feel in the certain way (merasakan dengan cara tertentu).

a. Berani.

Sikap berani mutlak diperlukan bagi seorang entrepreneur. Berani dimaksud jelas bukan berani dalam menantang bahaya fisik, melainkan berani secara mental, meski bisa saja keberanian fisik berkorelasi dengan keberanian mental. Seorang entrepreneur sangat sadar pada ancaman atau risiko kegagalan. Tetapi, ia harus berani melakukan dan menanggung semua risiko itu. Bukan sebagai sifat nekat yang asal tabrak, tetapi keberanian dalam menata dan menyiapkan diri untuk menciptakan situasi yang aman serta meminimalisir risiko kegagalan.

b. Komitmen.

Komitmen dimaksudkan sebagai sikap setia dan teguh dalam menjalani hal-hal yang sudah dijanjikan, seperti goal yang sudah ditentukan, usaha yang sudah dirintis atau direncanakan, dan lain sebagainya. Komitmen yang tinggi mengandung keteguhan yang tinggi pula, dan akan membuat seseorang terus berusaha melewati rintangan dalam perjalanan meraih goal tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved