Sengketa Lahan di Madangsuku I Sudah Mulai Main Kekerasan

Sengketa lahan di Kecamatan Madangsuku I OKU Timur mulai main kekerasan dengan adanya dua warga Desa Jatisari yang dianiaya enam pelaku.

Penulis: Evan Hendra | Editor: Tarso

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Warga Desa Jatisari Kecamatan Madangsuku I Kabupaten OKU Timur diresahkan dengan adanya aksi penguasaan lahan milik warga Desa Jatisari seluas lebih kurang 200 Hektare (Ha) yang diduga dilakukan oleh warga desa tetangga setempat.

Sebelumnya, warga dari desa tetangga Desa Jatisari ini telah melakukan pengrusakan tanaman  dan pondok milik warga desa Jatisari. Akibat kejadian tersebut situasi di Desa Jatisari sempat memanas ditambah lagi dengan terjadinya penganiayaan terhadap warga Jatisari yang diduga dilakukan oleh warga Mangulak ketika warga Jatisari sedang mencari rumput.

Informasinya Minggu (10/1/2016) dari Suwadjito yang dipercaya masyarakat sebagai perpanjangan tangan warga untuk mengurus kasus tersebut mengatakan, pemukulan terhadap warga Jatisari terjadi pada Kamis (7/1/2016) lalu ketika Tukimin (50) dan anaknya Ahmad Sodik (30) warga Desa Jatisari mengambil rumput di lahan mereka yang saat ini disengketakan oleh warga desa tetangga.

Ketika bapak dan anak ini sedang mengarit rumput, tiba-tiba mereka didatangi oleh sekitar enam orang yang diduga warga dari desa tetangga tersebut. Anak dan bapak nii dilarang mengambil rumput. Karena takut akhirnya Tukimin dan anaknya menghentikan aktifitas dan berniat meninggalkan lokasi mengendarai sepeda motor.

Namun ketika Tukimin yang membonceng anaknya menaiki sepeda motor, dari arah belakang satu dari warga yang melarang mereka mengarit rumput langsung memukul Ahmad menggunakan balok sehingga menyebabkan korban mengalami luka memar.

Ketika Tukimin berusaha membantu anaknya yang terjatuh, pelaku lainnya kemudian kembali melakukan pemukulan menggunakan balok hingga keduanya terjatuh. Setelah berusaha berdiri kedua warga tersebut langsung meninggalkan lokasi dan diarahkan warga untuk ke rumah sakit melakukan pengobatan kemudian melaporkan penganiayaan tersebut ke kantor polisi.

Kapolres OKU Timur AKBP Saut P Sinaga melalui Kasat Reskrim AKP Yon Edi Winara didampingi Kapolsek Madang Suku I AKP Sukarman ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penganiayaan tersebut. Namun dia belum bisa memastikan warga mana yang melakukan penganiayaan tersebut.

“Pelakunya ada enam orang. Berdasarkan keterangan saksi korban, mereka dilarang ketika sedang mengambil rumput. Ketika mereka akan pulang, Ahmad yang dobonceng oleh Tukimin dipukul dari belakang hingga terjatuh. Ketika tukimin akan membantu anaknya, pelaku kemudian memukulnya juga,” kata Kapolsek menirukan keterangan korban.

Setelah dipukul oleh pelaku kata dia, anak dan bapak tersebut kemudian langsung meninggalkan lokasi dan berobat ke RUSD. Untuk menyelidiki kejadian tersebut kata dia, pihaknya bekerjasama dengan Mapolres OKU Timur dan tokoh masyarakat.

“Situasi dan kondisi saat ini masih kondusif dan tidak ada masalah. Mudah-mudahan semuanya aman dan terkendali,” katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved