Tas Cindo Berbahan Dasar Kain Khas Palembang

Atas idenya sendiri, cewek berjilbab ini lalu memproduksi tas yang berbahan dasar dari kain Palembang.

Penulis: Refli Permana | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Gita bersama bisnis tas yang dibuat bersumber dari idenya. 

SRIPOKU,COM, PALEMBANG -- Merasa ada yang indah dan menarik dari kain khas Palembang, Meigita Gamayanti (22) merasa kain tersebut cukup bagus jika difungsikan lebih dari sekedar kain atau bahan pembuatan pakaian.

Atas idenya sendiri, cewek berjilbab ini lalu memproduksi tas yang berbahan dasar dari kain Palembang.

Dihubungi melalui Blackberry Messenger (BBM) Selasa (5/1/2016), cewek bersapaan Gita ini mengaku kini sudah menerjuni usaha tas dari kain Palembang. Usaha ini bermula dari hobinya yang memang tertarik akan dunia kerajinan tangan.

"Sudah dari awal 2014 usaha ini saya geluti. Alhamdulillah, bisa diterima banyak masyarakat hingga bisa terus digeluti sampai sekarang," kata Gita.

Gita menceritakan, menggeluti tas berbahan kain Palembang bermula saat dirinya sedang menempuh pendidikan kuliah di Jogjakarta.

Ia lalu melihat ragam tas yang dibuat dari kain-kain etnik di pulau Jawa. Saat awal-awal melihat ini, Gita belum memiliki ide untuk membuat jenis usaha serupa.

Namun, Gita melanjutkan, keseringan melihat tas-tas tersebut Gita lalu teringat akan Palembang yang juga memiliki kain ciri khas. Selama ini, kain Palembang itu hanya dijadikan pakaian dan belum ada yang membuatnya menjadi tas.

Merasa ide ini menarik untuk direalisasikan, Gita meminta sejumlah pengrajin di Jogja untuk merefleksikan ide yang ia punya.

"Karena melihat hasilnya yang menurut saya bagus, lalu saya teruskan hingga akhirnya menjadi usaha. Selain ide sendiri, saya juga terkadang menerima ide dari konsumen. Yang pasti, bahan utamanya tetap dari kain Palembang," kata cewek berkacamata ini.

Dengan membawa brand bernama Cindo, usaha yang dilakukan Gita ini benar-benar menonjolkan ciri khas budaya Palembang.

Maklum, kata Cindo sendiri dikutip dari bahasa Palembang asli, yang dalam bahasa Indonesia memiliki makna cantik atau indah.

Kini, tas dari refleksi ide Gita sudah banyak dipakai oleh masyarakat, mulai dari yang masih kuliah, ibu rumah tangga, atau perempuan karir.

Selain bercirikan kain asli Palembang, kata Gita, tas merk Cindo juga terdapat unsur modernnya. Ini bisa dilihat dari bentuk dan model tas yang mengikuti tren fesyen dari tahun ke tahun.

Untuk memperbanyak ide, Gita menjadikan media internet dan majalah sebagai referensi.

Alhasil, ide darinya tidak pernah kering sehingga model tas tidak terpaku dalam satu bentuk saja.
Tas yang ia buat, tidak hanya bisa diterima masyarakat dalam segi pasar saja.

Rupanya, Cindo milik Gita sudah diajak pameran mewakili sumatera Selatan dalam suatu even berskala tingkat nasional.

Terakhir, Cindo ditampilkan ada Pameran Produk Dalam Negeri 2015 di Lapangan Banteng Jakarta.

"Tas diproduksi secara massal, bisa 50 unit dalam satu kali produksi. Dengan harga mulai dari Rp 80 ribu, tas Cindo dirasa bisa menjangkau seluruh kalangan masyarakat," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved