Dua Bapak Ini Dijemput Maut saat akan Mengambil Uang bantuan Sekolah Anaknya
Dua bapak ini tewas kecelakaan saat akan mengambil uang bantuan srkolah untuk anak mereka di Kabupaten Muarenim.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- Malang sekali nasib dua buruh serabutan yakni Johan Gani (45) dan Katiran (39) warga Desa Darmo.
Keduanya tewas kecelakaan, setelah motornya bertabrakan dan terbentur mobil trailer B 9785 UIV yang disupiri oleh Hendra Tambunan (31), di jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalinteng) tepatnya di depan Rumah Makan Mandailing Bukit Agung, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim, Senin (28/12/2015).
Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi bermula ketika kedua korban berboncengan dengan mengendarai motor Honda Revo BG 3144 QE menuju ke Muaraenim untuk mengambil uang bantuan sekolah untuk anaknya.
Ketika tiba di lokasi kejadian, motor korban bertabrakan dengan motor yang tidak dikenal sehingga korban terjatuh dan terpelanting membentur ban bagian belakang trailer yang melintas.
Akibat kerasnya benturan tersebut, korban Johan Gani tewas d itempat, namun korban Katiran, tewas ketika menuju ke Rumah Sakit Bukit Asam Medika.
Menurut penuturan salah satu keluarga korban Katiran yang enggan disebut namanya, ketika dijumpai di depan Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bukit Asam Medika Tanjungenim mengatakan, bahwa korban alamarhum Katiran dan Johan Gani, berangkat dari rumah dengan tujuan sama-sama hendak mengambil uang bantuan dari sebuah bank di kota Muaraenim dengan mengendarai motor.
Tiba-tiba, ia menerima kabar jika keduanya kecelakaan dan meninggal dunia. "Almarhum Katiran nih anak nyo tigo masih kecik galo yang besak baru kelas 7 MTs Lawang Kidul, pintar anak nyo tuh berprestasi di sekolah selalu rangking, liat bae di rumahnya banyak piala," ucapnya sambil terisak menangis di dampingi keluarga lainnya.
Sementara itu, menurut sopir mobil Trailer Hendra Tambunan (31) menjelaskan, jika pada saat kecelakaan, ia sedang mengemudikan mobilnya dari arah Muaraenim hendak menuju ke arah Baturaja.
Ketika tiba lokasi kejadian, tiba-tiba dari arah belakang ada sebuah motor yang mendahului mobilnya dengan kecepatan tinggi. Namun dari arah berlawanan ada motor yang dikendarai korban.
Mungkin karena sama-sama tidak mau mengalah akhirnya terjadilah tabrakan tersebut. Dan pengemudi motor yang berboncengan tersebut jatuh terpental ke aspal dan tepat ke arah ban belakang mobilnya.
"Kedua motor itu sama-sama ngebut dan tidak ada yang mau mengalah sehingga terjadi tabrakan tersebut. Korban terpelanting dan membentur ban belakang disisi luarnya tetapi tidak terlindas," ujarnya.
Sementara itu Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto melalui Kasatlantas AKP M Yakin, membenarkan adanya lakalantas tersebut yang menyebabkan dua meninggal dunia. Saat ini, supir dan kendaraannya telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, sedangkan kedua korban sudah dikebumikan oleh keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/tangani-korban_20151228_201727.jpg)