Suta Nusantara Luncurkan M-Suta Buat Petani, Ini Kelebihannnya

Suta Nusantara Bakorwil Sumsel punya puluhan program. Apalagi untuk mengembangkan lahan 3.000 ha sawah di Palembang.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Darwin Sepriansyah
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Para pembicara Rakorda Bakorwil Sumsel Komunitas Usaha Pertanian Sentra Usaha Tani Agrobisnis Nusantara (Suta Nusantara) di Hotel Classie Palembang, Minggu (20/12/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Sumsel Komunitas Usaha Pertanian Sentra Usaha Tani Agrobisnis Nusantara (Suta Nusantara) meluncurkan M-Suta, mulai Senin (21/12/2015).

"Hari ini kita mendatangkan 23 orang nara sumber. Dari DPP 6 orang, dan 17 pemateri untuk 8 sesi. Tentang pertanian dan produk pertanian. Mobile Suta dan bisnis centre. Ini terobosan agar petani akrab dengan banking. Mobile Suta mulai hari ini sudah bisa didownload terafiliasi dengan 16 bank. Aplikasi hampir sama dengan mobile banking. Kontennya lebih banyak. Kawan yang biasa belanja online ke depan terintegrasi mau beli bibit, pupuk. Busines centre yang mengatur aplikasi itu. Ini namanya M-Suta. Ini kan petani belum akrab dengan bank. Dengan menunjukkan M-Suta, bisa berhubungan dengan bisnis centre," ungkap Arie Wijaya SSTP MSi, Ketua Bakorwil Sumsel Komunitas Usaha Pertanian Suta Nusantara pada Rakorda Bakorwil Sumsel Komunitas Usaha Pertanian Suta Nusantara di Hotel Classie Palembang, Minggu (20/12/2015).


Arie Wijaya SSTP MSi, Ketua Bakorwil Sumsel Komunitas Usaha Pertanian Suta Nusantara 

Turut hadir Nasruddin Budiman staf khusus Kementerian Pertanian, Setia Prakosa dari Dirjen Kementerian pangan, Ketua Umum DPP Suta Nusantara Dadung Hari Prasetyo, Sekjen DPP Suta Nusantar Awaluddin Deo.

Suta Nusantara Bakorwil Sumsel punya puluhan program. Apalagi untuk mengembangkan lahan 3.000 ha sawah di Palembang.

Di antaranya 960 ha tanaman padi di Mata Merah hasilnya di atas rata-rata. Dengan pupuk cair organik. Kalau rata-rata 10,2 ton per ha.

"Kalau sekarang untuk 30 ha. Belum hasil. Perkiraan 3-4 bulan. Pengalaman lebih cepat panen 20 hari," jelasnya.

Sesi lainnya ada pengenalan kedelai lupin dari Australia. Untuk pembuatan tahu, tempe, keripik. Sumsel ditetapkan distributor tunggal untuk kedelai lupin. Kerjasama antar koperasi dengan Australia. Berapa Sumsel buat, mereka siap beli.

"Akan bikin bank minyak jelanta, kopi husada dan budidaya bawang merah, hydroponik, teknologi iklim dan deteksi cuaca," jelasnya.(*)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved