Waduk Jatigede, Siap Jadi Kawasan Ekonomi Terpadu
Penggenangan air atau impounding yang dilakukan di Waduk Jatigede pada 31 Agustus 2015 mulai memberi dampak pada perkembangan ekonomi sekitar.
SRIPOKU.COM , SUMEDANG - Penggenangan air atau impounding yang dilakukan di Waduk Jatigede pada 31 Agustus 2015 mulai memberi dampak pada perkembangan ekonomi sekitar.
Berita Lainnya: Sumedang Jajaki Kerja Sama Transmigrasi di Kabupaten OI
"Setelah kita melakukan impounding muncul banyak warung di sekitar Waduk Jatigede dan banyak orang yang datang ke sini," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Trisasongko Widianto, di Sumedang, Kamis (17/12/2015).
Atas dasar itulah, Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) melalui BBWS Cimanuk-Cisanggarung berniat melakukan pengembangan kawasan Waduk Jatigede.
Waduk dengan daya tampung air hingga 980 juta meter kubik itu direncanakan akan dijadikan sebuah kawasan wisata.
"Kami sudah punya rencana pengembangan kawasan Jatigede. Rencananya akan ada offroad, camping ground, hotel, agrowisata, dan pemancingan," ungkap Widianto.
Konsep tersebut masih dalam tahap perencanaan. Nantinya, konsep dan penataan kawasan ini akan diserahkan kepada Pemda Sumedang untuk bisa direalisasikan menjadi peraturan daerah (perda).
"Harapan tata kawasan ini bisa jadi perda biar semuanya bisa terkendali," imbuhnya.
Waduk Jatigede juga akan menjadi tempat berkembangbiak ikan-ikan lokal setelah ada 2,5 juta benih ikan yang telah disebar. Upaya itu dilakukan untuk menjadi pengganti penggunaan kerambah di sekitar Waduk Jatigede.
"Kami tidak merekomendasikan penggunaan kerambah karena dampaknya tidak terkendali," ucap Widianto.
Selain itu, menurut Widianto, kerambah akan mengganggu kualitas air baku Waduk Jatigede dan membuat korosi hidrolik.
Penulis : Ridwan Aji Pitoko
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/waduk-jatigede_20151218_090239.jpg)