Osas Saha Didepak dari Skuad Wong Kito
Dinilai tidak membawa perubahan bagi tim, Osas Saha terpaksa didepak dari skuad Sriwijaya FC
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Aksi Osas Saha di turnamen Piala Jenderal Sudirman (PJS) menjadi sorotan langsung Manajemen Sriwijaya FC (SFC) dalam menyikapi kegagalan tim asal Sumsel ini gagal menembus babak delapan besar PJS.
Karena itu, Manajemen SFC langsung mendepak bomber asal Nigeria Osas Saha itu, dari jajaran penggawa SFC.
Mantan striker Semen Padang ini dianggap tidak memberikan kontribusi yang berarti bagi Laskar Wong Kito di turnamen Jenderal Sudirman.
"Selama libur kita sudah mulai melakukan evaluasi secara pertahap. Pertama kita fokuskan lini depan. Hasilnya saat tim kembali berlaga ikut turnamen kita tidak akan panggil
lagi Osas Saha," kata Plt Asisten Manajer SFC Achmad Haris, Senin, (30/11/2015)
Haris terkesan geram dengan penampilan Osas di turnamen Jenderal Sudirman yang tidak sesuai dengan harapan Manajemen dan pelatih.
Mantan pemain Persisam Putra Samarinda ini terkesan hanya berlari-lari saja di lapangan hijau. Padahal sebelumnya, Osas digadang-gadang akan menjadi mesin gol Laskar Wong Kito.
Tapi kenyataannya tidak satu golpun yang dikemas pemain berusia 29 tahun ini. SFC hanya mengemas dua gol selama turnamen Jenderal Sudirman, itupun dari kaki Anis Nabar dan Titus Bonai.
Tak hanya tidak mencetak gol saja, peran Osas juga nyaris tidak terlihat di lapangan hijau. Berbeda jauh dengan Titus Bonai dan rekan-rekannya yang lain yang berjibaku bahkan sampai jatuh sakit dan ada yang cedera.
Titus Bonai misalnya, pemain asal Papua ini berjuang habis-habisan bahkan nyaris pingsan ketika melawan Persija.
Musafri mengalami cedera lebam pada bagian dagu dan dadanya akibat benturan OK Jhon. Meski cedera berat tapi Musafri tetap melanjutkan pertandingan dan berjuang mati-matian. Tapi Osas Saha tetap bermain santai seakan tidak punya target buat kemenangan Laskar Wong Kito.
"Kita bisa lihat, SFC minim sekali cetak gol. Padahal kita rekrut dia untuk cari angka. Tidak
mungkin kami kembali kontrak dia untuk turnamen berikutnya," tegasnya.
Keputusan itu diambil juga karena Manajemen melihat tidak ada tekad besar bagi pemain kelahiran 20 Oktober 1986 ini untuk membuat SFC menang.
Osas terdeteksi di mata
manajemen bermain statis dan terkesan malas mengejar bola.
"Untuk apa nama besar atau nama sudah dikenal tapi mainnya malas. Kami ingin pemain yang
ngotot, ngejar mencari bola. Bukan malas seperti tidak ingin berusaha agar tim menang. Dia juga tidak pernah membuat asisst kepada pemain lain," paparnya.
Haris mengakui, semua pemain Laskar Wong Kito bisa saja bernasib sama apabila pihaknya selesai mengevaluasi kinerja setiap pemain
secara individu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/osas-sfc_20151112_185009.jpg)