Breaking News

Melatih Kreativitas Anak

Kreatif adalah kemampuan mencipta atau menemukan hal baru dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya.

Editor: Sudarwan

SELAIN memahami uang dan mengerti arti ‘bekerja’ sejak kecil, seorang entrepreneur pada umumnya memiliki kepribadian yang kretif.

Kreatif adalah kemampuan mencipta atau menemukan hal baru dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya.

Kreatif juga erat kaitannya dengan menemukan jalan keluar atas suatu masalah secara efektif dan efisien.

Kreativitas pada anak-anak perlu didorong dan dibiasakan agar menjadi suatu kebiasaan yang tumbuh menjadi karakter.

Kreativitas atau daya cipta dihasilkan dari kinerja otak yang sinkron antara otak kanan dan kiri, serta kelincahan psikomotorik yang baik.

Salah satu cara membina kemampuan kreatif anak adalah dengan merangsang otak melalui permainan.

Aneka permainan di rumah dapat kita lakukan, baik yang melibatkan otak saja maupun yang melibatkan gerak fisik.

Berbagai buku referensi mengenai permainan kreatif untuk anak dapat kita temukan dengan mudah di toko buku atau perpustakaan kota.

Selain lewat permainan, kegiatan fisik untuk anak juga bisa diperoleh melalui olahraga, atau kesenian yang menggunakan gerak fisik, seperti tari-tarian maupun drama. Selain permainan fisik, rangsangan juga penting diberikan kepada kelima pancaindra.

Suryono Ekotama (Berbisnis dengan Otak Kanan, Media Pressindo, 2008) menyatakan kemampuan atau kreativitas bisnis juga ditentukan oleh kinerja maksimal pada otak kanan.

Dan salah satu cara mengak tifkan otak kanan adalah dengan memberikan rangsangan pada pancaindra.

Oleh karena iu, kita perlu meluangkan waktu bersama anak-anak dan secara intensif membantu mereka mengoptimalkan pancaindra. Semua itu bisa dilakukan dengan melakukan beberapa permainan berikut ini:

1. Bermain Mata

Ajak anak-anak jalan, tunjukkan kepada mereka hal-hal yang menarik dan unik. Misalnya, bentuk dan warna gedung tertentu. Hal ini penting agar mereka terlatih dalam mengenali bermacam fenomena dari indra penglihatan ini. Kita bisa mendiskusikan dengan mereka kenapa warna lampu traffic light atau zebra cross bis seperti itu. Sebutkan pula nama warna-warna yang mereka lihat. Jika objek pandangan adalah orang-orang lain, jelaskan kepada mereka apa yang sedang dilakukan orang lain. Beri mereka beberapa pertanyan memilih.

Misalnya, setelah lelah berjalan-jalan, sudah waktunya untuk makan. Tanyakan kepada mereka, ingin makan dimana, apakah di bawah pohon atau di bangku taman? Dengan melakukan tanya jawab ini, kita sedang mempertajam memori anak-anak dan membuat otak mereka terus bekerja dalam memproses berbagai penglaman dan penglihatan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved