Bank Asing Ramai-Ramai Ekspansi ke Sumsel
Palembang menjadi incaran bank asing untuk melakukan ekspansi. Hal ini dilakukan karena masih tingginya potensi pasar perbankan
Penulis: Siti Olisa | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Palembang menjadi incaran bank asing untuk melakukan ekspansi. Hal ini dilakukan karena masih tingginya potensi pasar perbankan di Sumsel membuat sejumlah bank asing banyak tertarik untuk membuka cabang di Palembang.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel, Fatahuddin, Jumat (20/11) mengatakan, faktor lain yang menyebabkan Sumsel menjadi incaran bank asing untuk berekspansi karena Sumsel menjadi tuan rumah penyelenggaran even berskala internasional Asean Games pada 2018 mendatang.
“Hal inilah yang menjadi dasar ketertarikan bank asing untuk masuk ke Sumsel,” ujarnya.
Ekspansi bank asing kemungkinan baru akan terlihat pada awal 2016 mendatang, mengingat kondisi perekonomian nasional yang terus bergejolak sepanjang tahun ini membuat kebanyakan bank asing untuk lebih menahan diri.
“Mereka masih berkonsolidasi terlebih dahulu sebelum memastikan akan membuka cabangnya. Kondisi serupa menyebabkan catatan OJK nihil pengajuan dari bank asing," ujarnya.
Fatahuddin menambahakan, terakhir pihaknya mendapatkan informasi jika akan ada bank dari Timur Tengah untuk masuk ke Sumsel dan bergerak di sektor perbankan syariah.
“ Kalau tidak salah bank tersebut adalah National Bank of Dubai (NBD) yang merupakan bank terbesar di Uni Emirat Arab. Namun bentuk investasinya seperti apa belum dipastikan,” jelas dia.
Hal lain yang menyebabkan ketertarikan bank asing kepada Indonesia, perbankan dalam negeri cukup besar dalam mematok keuntungannya. Net Interest Margin (NIM) perbankan dalam negeri rata-rata mencapai 3 - 5 persen.
Lebih tinggi dari perbankan negara-negara tetangga yang hanya dipatok 2 - 3 persen. “Tingginya keuntungan ini membuat bank-bank luar negeri tergiur untuk berekspansi di dalam negeri khususnya di Provinsi Sumsel,” ujarnya.
Menurutnya, setiap perbankan itu memiliki market tersendiri, OJK pada dasarnya masih membuka kesempatan pihak asing untuk membuka bank syariah di Indonesia dengan syarat mereka membawa SDM yang baik dengan tujuan memberikan transfer ilmu kepada pihak-pihak perbankan syariah nasional. “ Kami masih terbuka untuk kepemilikan asing sepanjang mereka membawa keahlian di sini. Namun, hal itu tergantung pengajuan dan kelengkapan dokumen yang disiapkan bank tersebut,” tutupnya.(cr5)