Maryono Nekat Tebas Belasan Pelaku Pungli di Prabumulih

Maryono berhasil lolos setelah menebas kepala satu diantara belasan pelaku pemerasan menggunakan parang yang dibawanya di dalam mobil.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUN SUMSEL/EDISON
Maryono ketika melapor ke Mapolsek Prabumulih Timur, Selasa (17/11/2015). 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Apa yang dilakukan Maryono bin Sairi (25), warga Dusun 1 Lubuk Semantung Kecamatan Belida Darat Kabupaten Muaraenim, tergolong berani. Sopir truk batubara dengan plat nomor B 9056 PYW ini berhasil selamat dari aksi pemerasan dilakukan belasan kawanan pelaku pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk batubara oleh di kawasan Jalan Prabumulih-Baturaja tepatnya di Simpang 4 Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan, pada Senin (16/11/2015) sekitar pukul 21.00.

Maryono berhasil lolos setelah menebas kepala satu diantara belasan pelaku pemerasan menggunakan parang yang dibawanya di dalam mobil.

Maryono menebas para pelaku karena lebih dulu menusuk pangkal lengan kanan korban dan hendak melakukan pengrusakan mobil. Para pelaku hendak merusak mobil dan membunuh Maryono, setelah uang yang diminta sebesar Rp 700 ribu tidak diberikan sang sopir tersebut.

Maryono berhasil kabur dari buruan belasan pelaku setelah truk dilempari batu dan kayu hingga truk terguling, beruntung saat korban terdesak ada mobil truk boks lewat dan menyelamatkan Maryono.

Satu pelaku pungli yang diketahui terkena sabetan parang Maryono yakni ES (15), warga RT 05 RW 03 nomor 009 Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan.

Pelaku yang masih duduk di bangku SMP itu menderita luka robek pada dahi bagian kiri dan mendapat 9 jahitan dari petugas UGD RSUD Prabumulih.

Informasi berhasil dihimpun, aksi pemerasan dan pengeroyokan itu terjadi berawal ketika Maryono yang mengendarai truk batubara dengan plat nomor B 9056 PYW hendak ke arah Palembang dari arah Kabupaten Muaraenim. Ketika melintas di tempat kejadian Jalan Prabumulih-Baturaja tepatnya di Simpang 4 Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan, laju kendaraan dikemudikan Maryono dihentikan belasan pemuda.

Sebagian pemuda menggunakan senjata tajam, kayu dan batu mengancam serta memint uang sebesar Rp 700 ribu. Lantaran uang sebesar itu tidak ada, Maryono kemudian memberi para pelaku uang Rp 2000 namun ditolak dan kendaraan dipukul dan pelaku diancam akan dilukai.

Korban yang takut kemudian mengeluarkan uang Rp 10 ribu, namun para pelaku tidak terima lantas menyerang Maryono menggunakan senjata tajam hingga lengan kanan mengalami luka. Tidak hanya itu, para pelaku bahkan hendak memukul dan mulai melempari truk menggunakan batu.

Merasa terancam, Maryono kemudian mengeluarkan parang disamping sopir dan menebas para pelaku secara membabi buta lalu menancap gas kendaraan. Tebasan parang ternyata mengenai kepala ES, hingga pelaku terkapar di aspal. Melihat ES kena tebas, para pelaku pemerasan lainnya marah dan mengejar mobil Maryono lalu melmpari menggunakan kayu dan batu.

Maryono yang panik melajukan kendaraan hingga akhirnya tejungkal di siring jalan, beruntung saat itu melintas truk boks dan menyelamatkan korban.

"Mereka ngotot minta Rp 700 ribu dan memeras, saya luka di lengan tangan kanan. Karena mereka belasan dan saya terdesak lalu saya keluarkan parang serta menebas mereka lalu kabur," ungkap Maryono ketika dibincangi ketika melapor di Mapolsek Prabumulih Timur, Selasa (17/11/2015).

Maryono menuturkan, selama tiga tahun menjadi sopir truk batubara baru kali pertama diperas para pelaku pungli yang tergolong masih anak-anak tersebut.

"Saya tidak pernah diperas seperti ini, selama ini saya setor tiap melintas Prabumulih. Paling kecil tiap melintas setor Rp 50 ribu di beberapa titik, tapi ini malah memeras besr sementara kita tak punya uang," bebernya seraya mengatakan tak ada niat melakukan hal itu.

Sementara kuasa hukum pelaku ES, Riki didampingi orang tua ES melaporkan apa yang dialami kliennya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Prabumulih. "Kita melapor karena klien kita tidak ikut melakukan pungli, dia baru datang dan tanpa tahu menahu dibacok sopir," bebernya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP melalui Wakapolres, Kompol FX Irwan Arianto SIk MHum menuturkan, pihaknya selaku penegak hukum menerima laporan dari kedua belah pihak. "Sopir yang membawa senjata tajam itu salah, segerombolan masyarakat yang melakukan pungli itu juga salah. Untuk itu kita terima laporan masing-masing pelapor," bebernya seraya mengatakan telah membangun pos polisi di simpang 4 Tanjung Raman untuk mengantisifasi kejadian serupa terjadi. (eds/TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved