Pemkot Pagaralam Minta Petani Kurangi Penggunaan Pestisida

Pemakaian pestisida efektif untuk membasmi hama pada tanaman. Namun penggunaannya jangan berlebihan atau tidak sesuai dengan aturan.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Sudarwan
ISTIMEWA
Ilustrasi: Menyemprot tanaman menggunakan pestisida 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM – Masih banyaknya temuan hasil komoditi di Kota Pagaralam yang mengandung pestisida berbahaya membuat pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam melarang petani berlebihan menggunakan pestisida.

Hal ini disampaikan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (BKP5K) Kota Pagaralam.

Pasalnya penggunaan pestisida pada tanaman agar tidak merusak ekosistem tanaman.

"Pemakaian pestisida efektif untuk membasmi hama pada tanaman. Namun penggunaannya jangan berlebihan atau tidak sesuai dengan aturan. Pasalnya nantinya akan merusak tanaman, karena pengaruh obat keras atau bahan kimia yang sangat membahayakan tanaman," ujar Kepala BKP5K Kota Pagaralam, Prima Dina Surya Rozak, kepada Sripoku.com.

Ditambahkannya, tanaman terutama sayuran dan buah-buahan yang banyak menggunakan pestisida tidak bisa dikonsumsi secara langsung, harus dibersihkan dan diolah terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan pestisida yang menempel pada kulit buah dan sayuran.

"Kita minta petani di Pagaralam bisa mengurangi penggunaan pestisida karena sangat berbahaya, mengingat kadar residunya tinggi serta bisa menyebabkan gangguan kesehatan manusia dan kesuburan tanah," jelasnya.

Pihaknya berharap petani bisa meningkatkan mutu dan hasil pertanian, agar pada pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) nanti produk pangan di Pagaralam dapat bersaing dengan produk impor.

"Untuk swasembada beras di Pagaralam sudah bisa, karena untuk kebutuhan sendiri dan produksi beras sudah melebihi. Hanya saja swasembada pangan masih akan terus berusaha dengan pemberdayaan petani sebagai penggerak ekonomi menuju kedaulatan pangan," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved