Liga Spanyol
Madrid Terlalu Remehkan Konoplyanka
Siapa penyebab kekalahan Madrid? bukan Ciro Immobile, Ever Banega, Fernando Llorente yang mencetak gol, tetapisosok Yevhen Konoplyanka
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM-Kalah tipis 2-3 dari Sevilla membuat Madrid tergusur dari puncak klasemen sementara La Liga. Los Merengues menempati posisi kedua dengan 24 poin, terpaut tiga poin dari Barcelona yang menempati posisi teratas.
Siapa penyebab kekalahan Madrid? bukan Ciro Immobile, Ever Banega, Fernando Llorente yang mencetak gol, tetapisosok Yevhen Konoplyanka yang menjadi sosok penting dalam laga ini.
Dia pemain yang dilupakan dan remehkan Madrid dalam pertandingan Senin (9/11/2015) dini hari.
Ia merupakan bintang Dnipro dan timnas Ukraina. Sebelum ke Sevilla, ia sudah sangat sering dikaitkan dengan beberapa klub dari Premier League seperti Tottenham Hotspur dan Liverpool sejak 2013/14.
Akan tetapi, hingga kini transfer tersebut tidak kunjung terjadi dan tampak semakin jauh dari kenyataan.
Konoplyanka merupakan gelandang asli binaan Dnipro yang cukup subur dalam mencetak gol.
Pada 2014/15, ia adalah pemain dengan jumlah gol terbanyak ketiga di belakang dua striker Nikola Kalinic dan dan Yevhen Seleznyov di Liga Ukraina dengan koleksi tujuh gol.
Menanggapi aksi mantan bintang Dnipro ini, Rafael Benitez menyebut Real Madrid bermain sangat baik dalam 30 menit pertama pada laga melawan Sevilla. Tapi, Benitez menyesalkan kesalahan-kesalahan Madrid setelah itu, yang sukses dimaksimalkan oleh Sevilla.
Madrid kalah 2-3 saat bertandang ke Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Senin (9/11/2015) dinihari WIB. Dua gol tim tamu dicetak oleh Sergio Ramos dan James Rodriguez, sedangkan Sevilla menang berkat gol-gol Ciro Immobile, Ever Banega, dan Fernando Llorente.
Seperti diketahui, Madrid memimpin melalui bicycle kick Ramos pada menit ke-22. Tetapi, barisan belakang Los Blancos lengah mengawal Immobile dalam situasi sepak pojok. Penyerang asal Italia itu pun menjebol gawang Madrid pada menit ke-36.
Pada babak kedua, sebuah kerja sama apik di antara pemain-pemain Sevilla memudahkan Banega untuk mencetak gol di menit ke-62. Gol sundulan Llorente di menit ke-74 membawa Sevilla unggul 3-1.
Madrid akhirnya cuma bisa menambah satu gol lewat James di injury time. Tapi, gol itu datang terlambat dan Madrid tak punya cukup waktu untuk menghindari kekalahan.
"Kami bermain sangat bagus dalam 30 menit. Kami benar-benar mengontrol di semua area dan setelah itu kami membiarkan mereka untuk mencetak gol dari bola mati dan itu memengaruhi kami," ucap Benitez di situs resmi klub.
"Mereka memaksimalkan kesalahan-kesalahan kami untuk mendapatkan gol ketiga dan kami mencetak gol kedua pada menit-menit akhir pertandingan. Tapi, itu tak cukup. Untuk sebagian besar babak pertama, kita melihat performa Real Madrid yang sangat bagus, dan di babak kedua kami tak bisa mempertahankannya," jelas pelatih berusia 55 tahun itu.
"Kami kurang mampu mengontrol situasi. Pertandingan terlihat ada di bawah kendali dan dengan gol pertama mereka mendapatkan lagi kepercayaan diri mereka. Kesalahan-kesalahan kami membuat mereka makin kuat. Kami harusnya 'membunuh' Sevilla di babak pertama itu dan kami tidak melakukannya. Sulit untuk bereaksi dalam kedudukan tertinggal 1-3," kata Benitez.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/yevhen-konoplyanka1211_20151109_142708.jpg)