Dinsos Lahat Kewalahan Atasi Gepeng

Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinsos) Kabupaten Lahat, sedikit kewalahan dengan keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng).

Dinsos Lahat Kewalahan Atasi Gepeng
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Salah satu gepeng duduk di badan jalan Simpang Empat Pasar Lematang, Lahat.

SRIPOKU.COM, LAHAT -- Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinsos) Kabupaten Lahat, sedikit kewalahan dengan keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng).

Pasalnya meski sudah kerap ditertibkan dan dibina, warga yang kurang beruntung ini tak pernah hilang dari pandangan mata dan beraktifitas di tengah kota. Tak jarang juga keberadaanya menganggu warga lain seperti pengendara lantaran kerap melintas dan meminta-minta.

Seperti diakui Kadinsos pemkab Lahat, Harinus. Diakuinya keberadaan gepeng tak pernah lenyap. Bahkan terus bertambah mulai anak-anak, remaja hingga yang  berusia lanjut (tua). Meski demikian bela Harinus pihaknya tidak diam dan hanya berpangku tangan soal keberadaan gepeng ini.

Selain razia pihaknya juga sudah kerap melakukan pembinaan dan hal tersebut sudah berulang kali dilakukan. Namun tetap saja gepeng berkeliaran bahkan tak jarang datang muka muka baru.

"Razia pembinaan sudah kerap kita lakukan. Bahkan kalau gepengnya anak anak kita panggil orang tuanya. Kita data dan peringatkan namun menghilang sejenak tak lama kemudian kembali muncul. Bahkan tak jarang muncul muka baru,"terang Harinus, dibincangi Selasa (3/11).

Apalagi keluh Harinus saat hari besar tiba seperti jelang Hari Raya Idul Fitri keberadaan gepeng bertambah jika dibanding hari biasa.

Menurutnya pihaknya memahami kalau keberadaan gepeng kerap menganggu aktifitas warga lainya. Tak hanya itu gepeng yang kerap nongrong di badan jalan sangat membahayakan baik bagi pengendara maupun gepeng itu sendiri.

"Kita tidak menapik gepeng kadang datang dari daerah lain. Kadang susah walau ditertibkan mereka kembali dan seakan tak perduli,"jelasnya.

Dikatakan Harinus, Pemkab Lahat bisa saja menyediakan rumah singgah bagi gepeng ini. Namun, persoalannya tidak tersedianya sumber daya manusia, untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Apalagi tenaga yang dibutuhkan, seperti psikiater dan tenaga sosial.

"Tentu sudah ada dipikiran kita soal rumah singgah. Bahkan saat ini kita sedang memikirkan untuk SDMnya,"jelasnya.

Terpisah, Kasatpol PP Kabupaten Lahat Sigit Budianto SH juga menyatakan hal senada. Sebagai instansi penindakan, pihaknya terus melakukan penertiban, meski hasilnya tidak maksimal.

"Dinas Kesejahteraan Sosial terus koordinasi dengan kami. Tapi ya gitu saja hasilnya, kami tangkap, sejenak menghilang tak lama muncul lagi,"tegasnya.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved