Warga OKU Timur sudah Bisa Nikmati Pertalite

Pemilik kendaraan di Kabupaten OKU Timur terutama di wilayah Martapura sudah bisa menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Pertalite

Penulis: Evan Hendra | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
SPBU yang berlokasi di ruas Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) OKU Timur merupakan satu-satunya SPBU yang menyediakan BBM Jenis Pertalite 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Pemilik kendaraan di Kabupaten OKU Timur terutama di wilayah Martapura sudah bisa menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Pertalite menyusul dibukanya Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) milik PT Nikan Jaya Energie yang berlokasi di jalan Lintas Sumatera (Jalinteng).

Selain menyediakan BBM jenis Pertalite SPBU 24.321.170 juga menyediakan bahan bakar minyak lain seperti bensin, Pertamax dan Solar.

“Kita menyediakan BBM jenis Pertalite ini atas dasar keinginan masyarakat. Baru kita yang menyediakan Pertalite secara resmi meski SPBU kita terbilang baru,” ungkap Manager SPBU Nikan Jaya Energie Iwan Kurniawan Kamis (29/10/2015).

Menurut Iwan, pihak pertamina mempercayakan penyediaan Pertalite pada SPBU yang dipimpinnya dan menjadi titik awal pengujian pasar dengan harapan meningkatkan konsumen terhadap produk tersebut sembari menjajaki respon masyarakat terhadap bahan bakar minyak non subsidi tersebut.

“Pertalite adalah varian baru dari produk gasoline non subsidi sehingga dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen. Sesuai perkembangan teknologi kendaraan bermotor saat ini, Pertalite memiliki level "research octan number" (RON) 90, sehingga membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan BBM bersubsidi jenis premium yang memiliki RON 88, Pertalite sangat sesuai digunakan kendaraan bermotor roda dua maupun kendaraan roda empat,” katanya.

Menurut Iwan, minat masyarakat terhadap pertalite saat ini cukup tinggi. Sejak dibuka beberapa waktu lalu, SPBU tersebut sudah menghabiskan pertalite hingga 500 liter setiap harinya dengan harga per liter sebesar Rp. 8.500.

“Biasanya kalau pengendara sudah menggunakan pertalite satu kali mereka tidak akan beralih lagi kepada bahan bakar lain. Ini yang terjadi dan berdasarkan apa yang kita amati dilapangan,” katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved