Rossi: Dia Sengaja Menyalip dan Memperlambat Banyak sudut

"Jika saya ingin menendangnya, saya bisa menendangnya 20-30 meter sebelum kami sudah begitu dekat. Dia hanya menyentuh kaki saya dengan setang

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma

"SAYA tidak ingin membuat Marquez celaka dan saya tidak menendang dia. Jika Anda melihat gambar, seperti yang saya lakukan di Race Direction, frame by frame harus dilihat dari helikopter. Saya ingin pergi ke dia, memperlambat dan membuatnya kehilangan waktu. Karena itu adalah satu-satunya hal yang dapat saya lakukan melawan cara-cara dia. Ketika saya melambat, memotong garisnya, kami bersentuhan."

Itulah pengakuan dari Rossi, dia seperti mengaku bahwa dia sudah terpancing emosi dari aksi-aksi Marquez. '

The Doctor yang biasa tenang ini terlihat emosional. Mungkin dia mengaku bahwa dia terpancing provokasi dari sang lawan.

"Di setiap pengereman dia menyalip saya, memperlambat banyak sudut. Saya lihat dia tidak berusaha membuka throttle pada trek lurus," kata Rossi di laman Crash, setelah hukuman race director turun, mengebiri dia agar start paling belakang di MotoGP Valencia.

Namun alasan Rossi dibalas Marquez yang mengatakan, musuh Rossi bukan dia tetap Lorenzo.'Tetapi dia melakukannya kepada saya," ujarnya.

Akhir pekan kemarin memang panas dan sedikit asap di Sepang, Malaysia, sudah kian tambah panas saat rangkaian seri ke-17 MotoGP ini dimulai Jumat (23/10) lalu.

Sebelum memulai free practice, rider sekelas Valentino Rossi, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo diselimuti pertengkaran. Entah siapa yang memulai, bahkan mungkin tersulut dari media sosial.

Namun yang jelas, perseteruan ini sudah dibawa dari Phillip Island, Australia, tempat seri ke-16 digeber. Di Negeri Kanguru, Rossi terang-terangan mengeluh dengan gaya Marquez.

Pembalap yang tak bisa dibantah merupakan sosok yang sudah matang dan lebih sabar dari tahun ke tahun itu, menilai Marquez berusaha membantu Lorenzo juara. Rossi tak asal bunyi.

The Doctor membawa catatan lap time Marquez yang membuktikan bahwa Bayi Alien itu sejatinya bisa lebih cepat ketimbang sibuk memperlambat gerak Rossi. Marquez membantah. Di Negeri Jiran Malaysia, Rossi bahkan disebut-sebut sudah memohon kepada Marquez untuk mengurus urusannya sendiri. Tidak terlibat dalam persaingan ketat dia dan Lorenzo.

Namun apa yang terjadi? Dua rider yang sesungguhnya sama-sama berkarakter agresif itu benar-benar terlibat pertarungan head to head di Sepang. Sejak lap 4 hingga ketujuh, Rossi dan Marquez langsung merebut perhatian dunia. Dani Pedrosa aman di depan.

Jorge Lorenzo pun melesat mendekati Pedrosa, setelah lepas dari Rossi dan Marquez. Dalam tayangan live, tampak jelas Rossi Vs Marquez benar-benar seru. Saat Rossi menyalip, Marquez membalas. Namun tampak jelas juga, berkali-kali Rossi seperti memberi sinyal agar Marquez silakan saja melesat atau tinggal.

Puncaknya akhirnya terjadi di lap ketujuh (dari 20 lap balapan). Marquez jatuh karena bersenggolan dengan Rossi, saat posisi Marquez di sebelah luar.

Namun Rossi justru menuduh Marquez. Dia menyentuh saya dengan setang di kaki kiri saya dan itu alasan bahwa ia jatuh," kata Rossi. Rossi mengaku kecewa dengan tiga poin penalti yang berarti start paling belakang di MotoGP seri terakhir.

"Jika saya ingin menendangnya, saya bisa menendangnya 20-30 meter sebelum kami sudah begitu dekat. Dia hanya menyentuh kaki saya dengan setang dan ia jatuh. Jadi saya sangat kecewa untuk tiga poin penalti," tandas Rossi.

Yang sabar ya Rossi!!!

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved