Mengintip Kehidupan Kelelawar

Kelelawar memang senang beramai-ramai berjungkir balik, dengan kaki di atas dan kepala di bawah.

Penulis: Aminudin | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM - Kelelawar terbang dengan menggunakan sayap berupa kulit tipis.

Kulit ini menghubungkan tulang-tulang jari kaki depan dan kaki belakang dengan tubuhnya.

Kalau sedang tidak terbang, sayap ini dilipat untuk membungkus tubuhhya.

Meskipun bisa terbang, mereka tak bisa berdiri.

Kakinya terlalu kurus untuk menyangga tubuh, jadi mereka lebih suka bergelantung pada cabang-cabang pohon, atap rumah tua atau tonjolan langit-langit gua yang gelap.

Ya, kelelawar memang senang beramai-ramai berjungkir balik, dengan kaki di atas dan kepala di bawah.

Caranya buang air besar, mereka biasa membalik tubuhnya sebentar supaya kepalanya ada di atas. Lalu … pluk! Keluarlah sisa pencernaannya.

Kotoran kelelawar bisa dimanfaatkann sebagai pupuk penyubur tanaman.

Kelelawar terdiri dari dua kelompok. Ada yang suka makan buah-buahan dan biasa disebut kalong atau keluang.

Tubuhnya sebesar burung dara, hingga dinamakan kelelawar besar.

Biasanya, mereka mencuri buah-buahan di hutan atau kebun orang.

Kelompok yang satu lagi adalah kelelawar kecil dan sering disebut kampret.

Tubuhnya cuma sekepal tangan kita. Mereka makan serangga yang keluar pada waktu malam.

Kalau tak ada serangga, mereka juga memakan binatang kecil lain. Seperti kalajengking, kadal dan katak.

Bahkan, di Amerika Selatan ada kelelawar besar yang suka mengisap darah ternak yang sedang tidur. Namanya vampir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved