SFC Update
Patrick Wanggai dalam Posisi Lampu Kuning?
Kita ini terlalu banyak yang meliuk-liuk itu. Banyak yang tukang kocok saja, tapi finishing belum ada yang tajam.
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Niat hati manajemen untuk mencari sosok goalgetter bagi barisan Laskar Wong Kito sepertinya akan menjadi lampu kuning bagi pemain lain.
Apalagi, niat Presiden SFC yang akan segera menendang pemain minim kontribusi atau terlalu banyak menyia-nyiakan peluang akan benar-benar terwujud.
Apalagi, sekembalinya Ferdinand Sinaga sebagai inisiator, maka SFC tinggal menambah seorang mesin gol yang memiliki jiwa pembunuh.
"Kita ini terlalu banyak yang meliuk-liuk itu. Banyak yang tukang kocok saja, tapi finishing belum ada yang tajam. Sesuai harapan presiden tempo hari, kita memang butuh sosok yang memiliki ambisi membunuh. Artinya, pemain yang mampu memaksimalkan setiap peluang," tegas Sekretaris tim SFC Achmad Haris, Jumat (23/10/2015).
Ketika ditanyakan apakah akan ada evaluasi di lini depan, Haris mengaku memang ke depan SFC butuh satu orang goalgetter, atau striker murni.
Apakah akan ada evaluasi, menurut Haris memang akan ada evaluasi. Meski Haris sendiri enggan menyebutkan siapa nama pemain depan yang bakal didepak tersebut.
"Masalah nama itu jajaran pelatih yang lebih berhak. Tapi, kalau incaran pemain haus gol itu kita sudah mengantongi nama. Ada beberapa pemain dengan tipikil Goran, maupun Gonzales atau Bambang Pamungkas yang kita incar," ucapnya.
Berkaca dari kinerja lini depan SFC, pemain yang paling disoroti tidak maksimal yakni Patrick Wanggai.
Jika benar SFC butuh striker haus gol, posisi Patrick saat ini artinya dalam posisi lampu kuning.
Memang dari beberapa penampian Patrcik kurang memuaskan. Beberapa kali umpan matang yang disodori Titus Bonai tidak bisa dimaksimalkan Patrick.
Seperti menjamu Persebaya di Surabaya dalam leg pertama. Patrick seakan menyia-nyiakan peluang yang ada.
Seperti diberitakan sebelumnya, kendati turnamen tersebut masih wacana, manajemen Sriwijaya FC tidak mau kecolongan.
Lepasnya Piala Presiden karena faktor kurangnya pemain dan persiapan minim menjadi pelajaran berharga bagi Laskar Wong Kito agar lebih siap.
"Kita harus mencari pemain baru apabila ingin ikut turnamen Piala Panglima. Karena itu menjadi salah satu faktor kita kalah menghadapi Persib Bandung di final Piala Presiden," kata Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza, Senin (19/10/2015) lalu.
Karena, menurut Dodi, hingga saat ini tim masih kekurangan banyak pemain terlebih lagi di sektor tengah dan depan. Bahkan, manajemen harus meminjam dua orang pemain tambahan.