PHRI Sumsel Minta DPRD Palembang Berpikir Jernih
Pelaku usaha di Kota Palembang sangat berkepentingan untuk diakomodir. Minta anggota DPRD berpikir jernih. Jangan sampai salah pilihan.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua DPD PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Sumsel Herlan Aspiudin meminta agar anggota DPRD Kota Palembang berpikir jernih dalam menentukan Wakil Walikota pendamping H Harnojoyo SSos.
"Pelaku usaha di Kota Palembang sangat berkepentingan untuk diakomodir. Minta anggota DPRD berpikir jernih. Jangan sampai salah pilihan. Belum lagi KPK juga menyoroti," ungkap Herlan Aspiudin, Kamis (22/10/2015).
Menurut pemilik Hotel Rian ini diharapkan wakil walikota yang terpilih nanti memang benar-benar pilihan dan bukan dimuluskan dengan biaya mahal.
"Kita ingin wakil yang jadi nanti tanpa beban. Kalau jadi dengan mengeluarkan pakai biaya besar, tentu akan berpikir untuk mengembalikan modal tadi. Jangan terulang lagi money politic, suap menyuap. Ini kita jangan sampai jadi kebiasaan, tradisi seperti dalam suap-suapan kawinan. Mental suap itu agar dihilangkan," ujarnya.
Sektor bisnis kata Herlan sangat mempengaruhi sejak Walikota dinyatakan bermasalah banyak benturan kepentingan, kebijakan tentang usaha banyak hambatan. Dengan Plt lalu.
"Sekarang dengan Walikota baru sama-sama kita bangun ke depan. Bukannya Walikota itu superman segala bisa. Media juga berperan. Agar Wako memilih Cawawako yang bisa bekerjasama dalam membangun Kota Palembang menuju lebih baik," jelasnya.
Herlan menilai tentunya usungan dari partai itu semua yang terbaik. Namun Walikota bisa memilih yang terbaik mana yang kurang boroknyo.
"Kita sangat berkepentingan dengan dunia usaha. Bisa bisinerji dengan pemerintah. Bangun pariwisata tidak bisa sendiri. Komponen pemerinyahan yang beri regulasi. Pelaku usaha, aparat keamanan memberikan keamanan dan kenyamanan. Komponen lainnya pers sebagai kontrol. Kalau ekspose buruk terus ke nasional, bisa menurunkan minat datang. Peran masyarakat untuk sasar wisata. Masih banyak copet, mengenakan parkir mahal. Ngenoi wong sekali itulah. Padahal bisnis kita jangka panjang. Jangan aji mumpung. Mentang hotel penuh, ngenoi sekendaknyo," kata Herlan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/herlan-aspiudin-ketua-dpd-phri-perhimpunan-hotel-dan-restoran-indonesia-sumsel_20151022_161633.jpg)