Meski Usang Tetap Dicari

Didunia buku bekas, Firman bukanlah pemain baru, ia sudah berkecimpung menjadi penjual buku bekas hampir 15 tahun.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/RAHMALYAH
Firman penjual buku bekas 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Siapa bilang barang atau buku bekas hanya akan menjadi sebuah rongsokan yang tak punya nilai jual, buktinya di tangan Firman, salah seorang penjual buku bekas di seputaran Jalan Masjid Lama, Palembang ini, barang bekas khususnya buku dan majalah bekas disulap manjadi lembaran rupiah.

Omset yang didapatkannya pun cukup menggiurkan, dalam sehari ia bisa membawa pulang Rp 300 - Rp 400 ribu.

"Mungkin sebagian orang, buku ini sudah tak ada nilainya, namun bagi saya alhamdulillah ini jadi ladang rejeki untuk keluarga saya." ujarnya, Rabu (21/10).

Dari lapak yang berukuran 2x5 meter ini, Firman bisa menjajakan beragam jenis judul buku dan majalah bekas, baik untuk anak sekolah, kuliah, dan umum

."biasanya banyak anak sekolahan atau yang kuliah yang cari buku ke tempat saya. Namun, ada juga kolektor buku atau majalah lama yang ingin menambah koleksi perpustakaannya di rumah," jelasnya.

Untuk buku dan majalah bekas biasa Firman beli dengan harga kisaran Rp 5000 perbuah. Namun, jika tengah beruntung ada pula pemilik buku yang secara cuma-cuma memberikannya pada Firman.

"Paling kalau sudah dijual kembali ditempat saya, harganya berkisar Rp 10 ribu - Rp 20 ribu khusus untuk buku pelajaran SD/SMP/SMA. Harga jual paling mahal sekitar Rp 300 ribuan, biasanya untuk buku-buku kedokteran atau buku yang sudah langka," kata pria berkulit sawo matang ini.

Didunia buku bekas, Firman bukanlah pemain baru, ia sudah berkecimpung menjadi penjual buku bekas hampir 15 tahun.

"dulu sempat usaha yang lain, namun karena tak cocok akhirnya alih profesi ke jual buku. Kalau dagang buku kan enak, bisa jualan sambil baca-baca juga," tuturnya.

Pria yang berdomisili di kawasan 7 Ulu Palembang ini mengatakan, Untuk mendapatkan buku dan majalah bekas, Firman mengaku suka memburunya keberbagai tempat."ada yang datang langsung kerumah, namun ada juga saya buru ke Cinde dan tempat-tempat lain, bahkan ke daerah lain juga," ungkapnya.

Widya, Mahasiswi jurusan Sejarah Universitas PGRI Palembang ini mengatakan, adanya penjualan buku bekas ini sangat membantu dirinya.

"maklumlah untuk jurusan kami, terkadang materinya tak ada di buku yang cetakan baru, malah dibuku-buku lama biasanya materinya suka ada, harganya pun jauh lebih murah dari yang di toko buku," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved