Persib Update

Firman:Persib Harus Bisa Lewati Siklus Kutukan 50 tahun

Pada tahun 1994/1995 Persib meraih juara liga dan tahun 2014/2015 kembali juara meskipun tahun 2015 hanya turnamen karena tidak adanya kompetisi.

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
Dok. Tribunnews
Gelandang Persib Bandung, Firman Utina, bersama rekan-rekannya. 

SRIPOKU.COM-Gelandang Persib Firman Utina mewanti-wanti timnya untuk tidak terbuai dengan dua gelar yang sudah didapat Maung Bandung dalam satu tahun terakhir.

Persib mampu meraih siklus juara. Yakni pada tahun 1994/1995 Persib meraih juara liga dan tahun 2014/2015 kembali juara meskipun tahun 2015 hanya turnamen karena tidak adanya kompetisi.

Namun bak kutukan setelah itu, lama Persib tidak meraih juara. Bahkan hingga 50 tahun lamanya. Kondisi inilah yang harus di atas Persib agar tidak dahaga lama pasca meraih juara.

Seperti diketahui gelar itu adalah juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Piala Presiden 2015. Di mana Persib dua kali meraih gelar.

Menurutnya, tantangan mempertahankan akan lebih sulit dibandingkan merebut juara.

Firman menyadari bahwa tim-tim rival akan berusaha mati-matian untuk merebut trofi dari tangan Persib. Maung Bandung pun dituntut untuk tampil lebih baik pada tahun depan.

“Kita masih harus banyak belajar, memperbaiki apa yang kurang dan mempertahankan hal positif tim, karena kepada tim juara selalu banyak yang ingin mengalahkan. Persib jangan puas dengan hal ini. Jadi harus belajar lagi, gali lagi kekurangannya,” kata Firman, Rabu (21/10/2015).

Persib pun diharapkan dapat membuktikan siklus juara yang banyak dibicarakan orang. Maung Bandung kabarnya mengulang sejarah 20 tahun lalu atas pencapaian satu tahun terakhir ini.

Pada tahun 1994/1995 Persib meraih juara liga dan tahun 2014/2015 kembali juara meskipun tahun 2015 hanya turnamen karena tidak adanya kompetisi.

“Jadi yang penting kita bisa jaga kekompakan, saya rasa dengan itu Persib masih bisa berbicara (meraih hasil baik).

Satu lagi, setelah juara jangan terlalu cepat berpuas diri karena itu yang akan mengakibatkan kita turun cepat.

Karena jika kita di atas, banyak tim yang ingin mengalahkan kita. Euforia-euforia selasai, kita fokus kembali dengan persiapan tim,” ungkapnya.

Sumber:
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved