Dokter gigi AS pembunuh singa Cecil bebas
Walter Palmer mengaku membunuh singa bernama Cecil pada bulan Juli tetapi selalu menyangkal telah melakukan pelanggaran hukum.
SRIPOKU.COM, ZIMBABWE - Dokter gigi yang memicu kemarahan dunia karena membunuh seekor singa di Zimbabwe tidak akan diproses secara hukum karena dipandang telah memenuhi peraturan hukum berburu, kata pejabat negara itu.
Walter Palmer mengaku membunuh singa bernama Cecil pada bulan Juli tetapi selalu menyangkal telah melakukan pelanggaran hukum.
Menteri Lingkungan Zimbabwe, Oppah Muchinguri, mengatakan Palmer tidak bisa diadili karena semua 'dokumennya memenuhi syarat'.
Menteri lingkungan negara itu sebelumnya mendesak agar Palmer diekstradisi untuk diadili.
Tetapi ternyata dia dianggap tidak melanggar hukum ketika membunuh singa dengan menggunakan busur dan panah.
"Kami menghubungi polisi dan kemudian Jaksa Umum, ternyata (Walter) Palmer datang ke Zimbabwe karena semua dokumennya lengkap," kata Muchinguru.
Sementara pengadilan terhadap pemandu Palmer yang berwarganegara Zimbabwe, Theo Bronkhurst, dijadwalkan akan dilanjutkan pada hari Kamis (15/10).
Bronkhurst menyangkal tuduhan bahwa ia 'gagal mencegah perburuan gelap'.
Sumber: BBC Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/singa-zimbawe_20150729_002355.jpg)