Harga Turun, Patani cabai Merugi

Jika sebelumnya harga cabai berkisaran Rp 30 hingga Rp 40 ribu perkilo, saat ini tinggal Rp15 hingga 20 ribu perkilo.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Salah satu pedagang cabai di PTM Serelo Lahat. 

SRIPOKU.COM, LAHAT -- Penurunan harga cabai merah membuat para petani merugi. Pasalnya, harga jual tak sebanding dengan modal pengelolaan sebelum masa panen tiba. Kondisi diperparah minimnya permintaan dari pembeli.

Ditemui di bilangan Pasar Tradisional Modern (PTM) Serelo Lahat, saat melakukan transaksi penjualan cabai ke pedagang, Muhsin (45) petani cabai asal Kecamatan Tanjung Sakti mengungkapkan, ia bersama petani cabai lainya saat ini dipusingkan dengan turunya harga cabai di pasaran.

Jika sebelumnya harga cabai berkisaran Rp 30 hingga Rp 40 ribu perkilo, saat ini tinggal Rp15 hingga Rp 20 ribu perkilo.

"Ya terjadi penurunan yang cukup signifikan. Kondisi ini membuat sulit. Padahal harga cabai sebelum masa panen tiba cukup tinggi,"terangnya, Senin (12/10).

Menurutnya turunya harga cabai kemungkinan banyaknya cabai yang masuk ke pasaran. Sementara saat ini permintaan cendrung stabil. akibatnya ia terancam merugi.

Tidak saja modal pengelolaan seperti untuk pupuk, upah dan sebagainya, sulitnya 'melempar' cabai di pasaran membuat hasil panen cabai yang dimilikinya membusuk.

"Belum lagi harga kebutuhan bahan pokok yang tak ikut turun. Jangankan berharap untuk tidak rugi saja sudah sangat membantu kita,"ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Tags
cabai
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved