Warga Jambi Pilih Terbang dari Palembang

Dia nekat berangkat ke Surabaya melalui bandara SMB II Palembang.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Salah satu pesawat di Bandara Internasional SMB II Palembang bersiap di runway, landasan pacu untuk melakukan take off, Senin (28/9/2015). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Seorang wanita tengah baya duduk tak beralas bersandar di tiang depan loket keberangkatan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Kamis (8/10) siang. Ia lelah merasakan pinggangnya sakit karena tujuh jam menumpang bus travel dari Jambi.

Wanita itu sendirian dengan membawa dua tas. Perempuan berhijab bernama Narsi itu calon penumpang pesawat Citylink berasal dari Jambi hendak ke Surabaya, Jawa Timur. Ia tiba di bandara international SMB II lebih awal dari jadwal keberangkatan pada pukul 18.40.

"Ini baru sampai dari Jambi naik travel. Capek, sakiy sekali pinggangku," katanya saat berbincang-bincang.

Dirinya sudah lima hari terakhir ini memantau kondisi bandara di Jambi, kebetulan rumahnya tidak jauh dari bandara disana. Namun selama itupula bandara di Jambi lumpuh tak beroperasi.

Alhasil, dia nekat berangkat ke Surabaya melalui bandara SMB II Palembang. Mau tak mau pula, untuk ke Palembang dia harus menumpang jalur transportasi darat. Itulah yang dikeluhkannya.

"Mau ada keperluan keluarga. Nunggu dari kemarin bandara di Jambi lumpuh total karena asap, terpaksa berangkat dari sini saja," katanya.

Menurut Narsi, warga Jambi yang hendak bepergian menggunakan pesawat banyak yang berangkat dari bandara di Palembang. Selama bencana kabut asap yang melanda Jambi, Bandar Udara Sultan Thaha tidak beroperasi.

"Kemarin waktu lebaran Idul Adha itu banyak warga Jambi, tetangga saya berangkat dari sini (bandara SMB II). Kalau gak gini, gak kuat ke Jawa sana," katanya berlogat Madura ini.

Narsi merasakan dampak kabut asap yang melanda daerahnya sehingga harus berangkat naik pesawat dari Palembang. Hal sama juga dirasakan Ade, warga Bandung yang hendak ke Sungai Lilin, Muba.

Menurut jadwal, ia tiba di bandara SMB II Palembang harusnya pagi. Namun karena kondisi Palembang berkabut asap tebal, penerbangan dari Bandungpun ditunda beberapa jam hingga dipastikan pesawat bisa mendarat dengan selamat di bandara SMB II.

"Menunggu kabut asap di sini sedikit normal jadi nunggu juga di bandara sana," katanya.

Akibatnya, ia beserta rombongan yang hendak menuju ke Sungai Lilin, Muba bersiap-siap malam hari sampai disana. "Waktu boarding pas, diberitahu kalau delay. Sekitar dua tiga jaman delaynya disana," kata dia lagi.

Pantauan di bandara, banyak calon penumpang di bandara menumpuk. Menurut seorang petugas di Information Centre di Bandara SMB II Palembang, delay hampir terjadi setiap hari tepatnya di pagi hari. Disaat itu, delay selama dua hingga tiga jam.

"Hari ini hampir tiga jam an delay nya mas. Semua maskapai. karena kabut asap inilah kalau pagi kan tebal asapnya," ujar dia. Keberangkatan kembali normal ketika menjelang siang hari atau dianggap kabut asap sudah tidak lagi mengganggu jadwal penerbangan.

Delay Setiap Hari
General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Internasional SMB II Palembang, Iskandar Hamid mengatakan sudah lebih dari satu bulan lebih aktivitas penerbangan di bandara mengalami gangguan. Penerbangan tidak berjalan secara normal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved