Gedung Disbudpar Sumsel Ditembak

Letusan Ketiga Langsung Tiarap

Belum lama ketika rapat dimulai, suara benda keras menghantam kaca yang berjarak kurang dari dua meter ke meja rapat.

Penulis: Deryardli | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/IGUN BAGUS SAPUTRA
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede bersama tim identifikasi Polresta Palembang saat olah TKP penembakan di Ruang Kepala Disbudpar Sumsel, Senin (5/10). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Irene Camelyn Sinaga sedang menggelar rapat di ruangannya lantai dua, Senin (5/10/2015) sore.

Ia sedang membahas pengembangan pariwisata di Sumsel bersama Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Sumsel Herlan Aspiudin, Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata ASITA Sumsel Anton Wahyudi, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (API) Sumsel dan perwakilan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri).

Belum lama ketika rapat dimulai, suara benda keras menghantam kaca yang berjarak kurang dari dua meter ke meja rapat. Seorang pegawai Disbudpar beranjak dari kursi dan mencoba mendekat. Belum sempat melihat jelas, suara yang mirip letusan itu kembali berbunyi.

Pegawai pria lain menyusul mendekati kaca yang mengarah ke jalan.

“Suara ketiga lebih keras dari yang pertama dan ketiga. Kami spontan tertunduk dan sedikit tiarap. Termasuk pegawai yang mendekat sebelumnya,” ujar Irene saat dihubungi Sripoku.com. Senin
malam.

Ia mengatakan, beberapa orang di ruang rapat sempat tak menggubris suara letusan pertama.

Hanya di bunyi yang kedua para pegawai pria Disbudpar mendekat.

Para pegawai itu kata Irene tak melihat seorang pun di luar, baik yang berada di parkiran atau jalan. Apalagi setelah bunyi letusan ketiga yang lebih besar dari sebelumnya.

“Saya kira suara ketapel yang menghantam kaca,” katanya.

Irene melihat lubang-lubang di kaca jendela ruangannya, dengan pinggiran lubang di sisi dalam yang gompel. Setelah melewati kejadian itu, rapat pun terhenti dan Irene menghubungi pihak kepolisian.

Ia juga melaporkan peristiwa itu ke Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Polisi yang datang langsung mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan beberapa pegawai.

Sedangkan dirinya langsung berangkat ke bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

“Saya memang menjadwalkan berangkat karena ada rapat besok pagi (hari ini) pukul 09.00 WIB di Jakarta. Saya tak bisa mengikuti olah TKP, sebab pesawat pertama ke Jakarta besok (hari ini) baru ada pukul 10.00 WIB. Makanya saya telepon pak Gubernur dan minta izin ke Jakarta,” jelasnya.

Ia mengatakan, kejadian itu memang sempat membuatnya dan para pegawai cemas. Namun Irene menegaskan ia masih harus menunggu hasil olah TKP atau kesimpulan pihak kepolisian.

“Siapa yang tak cemas kalau sudah begitu. Tapi baiknya saya menunggu hasil kepolisian, apakah itu memang benar peluru seperti dugaan banyak orang atau bukan,” ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved