Awas, Tiga Kecamatan di Muaraenim Masih Endemik Kaki Gajah
"Tiga kecamatan tersebut bisa dibilang endemik, sebab tiga tahun berturut-turut masih ada," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muaraenim.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, MUARAENIM --- Kabupaten Muaraenim belum sepenuhnya bebas penyakit kaki gajah. Terbukti tiga Kecamatan yakni Lawang Kidul, Belimbing dan Gelumbang, masih ditemukan warga yang terkena penyakit kaki gajah yang disebabkan oleh cacing jenis filaria.
"Tiga kecamatan tersebut bisa dibilang endemik, sebab tiga tahun berturut-turut masih ada," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muaraenim dr Yan Riyadi MARS, Senin (5/10/2015).
Menurut dr Yan, penyebab penyakit kaki gajah disebabkan cacing filaria, yang disebarkan melalui gigitan nyamuk. Cacing ini berkembang biak di tempat kotor.
Pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang kurang akan kebersihan juga mengakibatkan penyebaran penyakit kaki gajah ini menjadi semakin baik.
Untuk mengeliminasi penyakit kaki gajah, maka diberikan obat berbentuk tablet yang diminum satu kali setahun, setiap bulan Oktober selama lima tahun berturut - turut, yang diberikan secara gratis.
Diharapkan kedepan, dengan kegiatan ini, akan bisa mengeliminasi penyakit kaki gajah baik di daerah endemik maupun di daerah non endemik.
"Syarat penerima obat minimal berusia dua tahun maksimal 70 tahun, tidak memiliki riwayat penyakit berat, dan tidak sedang hamil," jelasnya.
Sementara itu, Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Muaraenim, Rodiah, menyebutkan sebanyak 1.015.000 obat kaki gajah melalui dana APBN telah diterima Kabupaten Muaraenim melalui pengajuan sebanyak 504.321 penduduk sasaran penerima obat untuk 20 Kecamatan, yang secara simbolis telah dilakukan pada Jumat (2/10) di Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muaraenim.
Saat ini, pihaknya telah membentuk Pos Minum Obat baik di Puskesmas, Posyandu dan desa - desa, sehingga bagi masyarakat yang hendak mengambil obat kaki gajah ini langsung saja mendatangi pos kesehatan terdekat, tidak perlu menunjukan KTP atau Kartu Keluarga dan gratis. Saat melapor ke petugas langsung didata alamat lengkapnya. Untuk program ini hanya berlangsung selama satu bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pukul-gong_20151005_220806.jpg)