Air Sungai Ayek Apul Berubah Jadi Tumpukan Sampah yang Bikin Warga Ngeri
La ngeri lihat sampah. Hampir sepanjang aliran dipenuhi sampah. Selain bau busuk
SRIPOKU.COM, LAHAT - Warga khususnya yang tinggal tidak jauh dari aliran Sungai Ayek Apul, dari Kelurahan Gunung Gajah hingga Desa Manggul, Lahat sangat mencemaskan akan keberadaan sampah.
Pasalnya, aliran yang digunakan juga sebagai pembuangan limbah rumah tangga oleh warga saat ini dipenuhi sampah.
Bahkan, menumpuknya sampah hingga tak terlihat lagi air yang berada di dalamnya.
Kondisi tersebut ditakutkan warga akan berdampak kepada kesehatan lingkungan.
"La ngeri lihat sampah. Hampir sepanjang aliran dipenuhi sampah. Selain bau busuk sampah dikhawatirkan akan menganggu kesehatan lingkungan. Apalagi kita lihat banyak lalat, tikus yang berkeliaran," ujar Suryadi (33) warga Lahat, Senin (5/10/2015).
Menurutnya, jika tak segera ditanggulangi selain berpotensi mendatangkan penyakit bagi warga dirinya yakin saat musim hujan tiba keberadaan sampah akan menghambat lajunya air dan berimbas terjadinya banjir.
"Pemukiman yang tak jauh dari saluran ayek apul saat musim hujan pasti banjir. Apalagi dengan kondisi sampah yang menggunung saat ini," katanya.
Iman (35) warga Lahat lainya menuturkan sampah yang saat ini memenuhi saluran dibuang oleh warga itu sendiri.
Diakui Iman, tak adanya sikap peduli dan kesadaran yang tinggi membuat warga acuh dengan kebersihan dan kenyamanan padahal hal tersebut untuk kepentingan warga itu sendiri.
Tak hanya itu, dirinya khawatir jika ada yang iseng membakar sampah yang ada karena keberadaanya sangat dekat dengan pemukiman.
"Kalau biasanya saat warga buang sampah disepanjang ayek apul karena sering hujan sampahnya hanyut. Tapi dampak kemarau panjang sampahnya jadi tak terbendung," katanya.
Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva'I, SE beberapa kali memberikan imbauan agar tidak membuang sampah sembarangan terlebih di saluran air.
Menurutnya lingkungan yang bersih akan dinikmati oleh warga itu sendiri. Keberadaan sampah akan berdampak fatal baik bagi kesehatan maupun ancaman banjir.
"Sudah sering kita imbau. Jaga kebersihan, jaga tanaman, jangan tebang pohon, jangan bakar lahan semuanya untuk warga itu sendiri," tegasnya.
Sementara itu, pantauan dilapangan sampah hampir memadati sepanjang aliran Ayek Apul.
Sampah dengan berbagai jenis tersebut saat ini tertahan lantaran surutnya air sungai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sampah-berbagai-jenis-memenuhi-aliran-ayek-apul_20151005_164716.jpg)