Tiap Hari Kami Harus Angkut 20 Jeriken Air

Satu warga harus bolak balik hingga sepuluh kali untuk memenuhi kebutuhan air yang akan digunakan untuk memasak, mandi dan mencuci.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUN SUMSEL/EDISON
Siska dan Nita ketika mengambil air di PDAM Tirta Prabujaya, Jumat (2/10/2015). 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Kemarau panjang yang berlangsung sejak lima bulan terakhir selain membuat sumur-sumur warga kering juga membuat airan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Prabujaya tersendat. Akibatnya puluhan warga menyerbu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Prabujaya untuk mendapatkan air bersih.

Pantauan di lapangan, sejak sekitar pukul 06.00 puluhan warga dengan membawa jeriken tampak antre mengisi air di PDAM Tirta Prabujaya. Tidak hanya menggunakan jeriken, beberapa warga bahkan sengaja membawa drum dan tedmond menggunakan mobil untuk meminta air bersih.

Satu warga harus bolak balik hingga sepuluh kali untuk memenuhi kebutuhan air yang akan digunakan untuk memasak, mandi dan mencuci.

Banyaknya warga mengisi air sejak lima bulan terakhir ini lantaran sumur di rumah mereka mengalami kekeringan, sementara pipa PDAM belum menjangkau dan mengaliri rumah warga meski jarak tidak jauh gedung perusahaan daerah itu.

"Kita tidak ada pilihan lain selain bolak-balik mengisi jeriken ke PDAM untuk mendapatkan air bersih, sumur kering, PDAM belum menjngkau rumah kita dan mau membeli selin tak ada tempat penampungan besar juga uangnya cukup mahal," ungkap Siska (35) satu diantara warga Kelurahan Mangga Besar ketika dibincangi saat mengambil air di PDAM Tirta Prabujaya Prabumulih, Jumat (2/10/2015).

Menurut Siska, untuk memenuhi kebutuhan air guna keperluan mandi dan mencuci, dirinya harus bolak-balik sebayak sepuluh kali menggunakan sepeda motor dan dua jeriken ukuran 20 liter.

"Kita ambil setiap pagi dan antri sejak subuh, PDAM membatasi memberi ke warga yakni pajar hingga pagi dan sore hari. Jika kita tidak antri duluan maka tidak kebagian air bersih dan terpaksa tidak mandi seharian," katanya.

Hal yang sama disampaikan Nita (30) warga Kelurahan Prabujaya yang juga mengambil air ke PDAM Tirta Prabujaya. Menurut Nita, pihaknya berharap pemerintah tidak hanya berjanji dan berbicara saja mengenai kekeringan dialami warganya, disebabkan hingga saat ini masyarakat yang tak jauh dari PDAM kesulitan dan harus mengisi setiap hari menggunakan jeriken ke kantor PDAM.

"Kalau pemerintah ingin mensejahterakan rakyat dan membantu rakyat sekaranglah saatnya, air sudah sangat membantu kami sekarang ini. Coba seluruh truk-truk tangki milik pemerintah dikerahkan membantu memberikan air bersih ke masyarakat, agar kami tak kesulitan. Jangan hanya janji-janji saja," katanya.

Nita mengatakan, kepada pihak PDAM juga diminta agar jangan membatasi waktu pemberiian air ke masyarakat, disebabkan warga yang belum kebagian air sulit dan harus lama menunggu jam keran air kembali dibuka.

"Kalau bisa sepanjang hari itu air dialirkan terus dan jangan membuat warga harus menjejerkan jeriken serta menunggu lama. Bantulah kami yang kesulitan ini, jangan mengutamakan menjual air," pintanya.

Direktur PDAM Tirta Prabujaya, Iskandar SE ketika diwawancarai mengatakan, tidak bisa memberikan keterangan banyak karena tengah mengikuti rapat di pemerintah Provinsi Sumsel.

"Kita memang menyediakan air bersih jika ada warga kekeringan dipersilahkan mengambil ke kantor dengan membawa peralatan," katanya.

Disinggung mengenai apakah PDAM telah membagikan air melalui tangki-tangki ke masyarakat, Iskandar mengatakan petugasnya sudah mulai membagikan air bersih ke masyarakat.

"Kita sudah berikan air ke masyarakat menggunakan tangki, upaya ini akan terus kita lakukan untuk mengatasi kekeringan," katanya. (eds/TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved