Amukan Api di Lahan Kosong Nyaris Bakar Rumah Warga Sekayu

Lahan yang terbakar tersebut kurang lebih sekitar 2 hektar dan belum diketahui penyebab awal api berasal dari mana.

Amukan Api di Lahan Kosong Nyaris Bakar Rumah Warga Sekayu
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Camat Sekayu bersama TNI dan PBK berusaha memadamkan kebakaran lahan yang berada di Sekayu, Muba. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Suasana siang yang tenang tiba-tiba mendadak heboh dengan kepulan asap dari kebakaran lahan di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) atau tepatnya di Jalan Perumnas, Kerulahan Balai Agung, Sekayu.

Akibat kebakaran lahan milik masyarakat tersebut menimbulkan kepanikan, pada siang hari sekitar pukul 12.30.

Lahan yang terbakar tersebut kurang lebih sekitar 2 hektar dan belum diketahui penyebab awal api berasal dari mana.

Namun kuat dugaan api pertama kali berasal dari kelalaian manusia atau disebabkan oleh puntung rokok yang sengaja dibuang ditengah musim kering seperti ini.

Dari pantauan di lapangan, akibat kebakaran tersebut sejumlah warga panik menjauh dari kepulan asap yang tebal. Ada juga yang mencari anaknya, karena ditakutkan melihat api terlalu dekat.

"Belum diketahui secara pasti api berasal dari mana, namun api diduga berasal dari puntung rokok yang sengaja dibuang. Akibat kebakaran lahan tersebut kurang lebih sekitar 2 hektare lahan warga yang berisi tanaman kacang hangus terbakar," kata Camat Sekayu, Taisir Gunawan ketika dibincangi dilokasi terjadinya kebakaran tersebut, Kamis (1/10/2015).

Lanjutnya, lahan yang terletak di Kota Sekayu ini hampir menghanguskan lima buah rumah yang terletak pada jalur api.

Melihat api yang semakin lama semakin besar, masyarakat langsung bahu membahu memadamkan api agar tidak menjalar ke rumah.

"Sebelum pemadam kebakaran datang masyarakat sudah terlebih dahulu berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Tidak lama mobil PBK datang dengan 3 unit, berhasil memadamkan api," jelasnya.

Sementara itu, Abdul Halim warga sekitar mengatakan bahwa api berasal dari lahan kosong yang luasnya kurang lebih 4 hektar.

Awalnya memang ada kepulan asap tapi jaraknya jauh, tapi lama kelamaan semakin mendekat menghanguskan lahan yang kering.

"Api awalnya sangat jauh, lama kelamaan mendekat karena sudah semakin dekat kita bersama warga menghalaw api. Beruntung pihak PBK cepat datang memadamkan api, sehingga tidak menyambar kerumah warga," jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved