Breaking News

Disnak Ogan Ilir Pastikan Hewan Kurban Aman dari Penyakit

Oleh karena itu, diimbau kepada warga Inderalaya dan sekitarnya tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi hewan kurban.

Penulis: Beri Supriyadi | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Sapi kurban yang siap jual di Jalintim Km 32 Timbangan Inderalaya. Pemkab OI melalui Disnakkan memastikan tahun ini sapi korban yang dijual pedagang aman dari penyakit sejenis penyakit antraks dan cacing hati. 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA - Dinas Peternakkan dan Perikanan (Dianakkan) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI), memastikan hewan kurban yang dijual para pedagang aman dari penyakit antraks dan cacing hati.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakkan OI, Drh Wenny Patrioti, Selasa (22/9/2015) ketika ditemui ruang kerjanya.

Dijelaskannya, hasil pantauan dan pemeriksaan hewan kurban sejauh ini diketahui masih aman dari penyakit.

"Kita terus melakukan pengecekan kesehatan secara berkala terhadap hewan-hewan ternak, khususnya hewan ternak sapi. Apalagi menjelang hari raya Idul Adha. Hasilnya, tidak ditemukan penyakit seperti antraks dan cacing hati," tutur Drh Wenny.

Oleh karena itu, diimbau kepada warga Inderalaya dan sekitarnya tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi hewan kurban.

"Kami pastikan bebas dari penyakit. Dan kepada warga kami himbau jangan khawatir. Karena, kita terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan hewan," katanya seraya menyakini selain bebas dari penyakit hewan di Kabupaten OI belum temukan indikasi adanya sapi gelonggongan.

Senada juga diungkapkan Kadis Agribisnis dan kesehatan hewan Disnakkan OI Amran SP memastikan stok daging menjelang H-2 hari raya Idul Adha aman.

"Dari sisi permintaan hewan kurban pada tahun ini, tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau tidak ada lonjakkan permintaan yang berarti. Karena selain sapi lokal kita juga ada permintaan sapi dari Provinsi Bangka Belitung," jelas Amran.

Ia merincikan permintaan sapi di luar Kabupaten OI untuk sapi dari Provinsi Bangka Belitung berjumlah 15 ekor aapi dan 20 ekor kambing.

"Dengan harga jual cukup bervariasi tergantung bobot sapi yang dijual kisaran Rp 11-17 juta," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved