Kisah Bocah yang Terlahir dengan Mulut Tertutup, Tanpa Tangan dan Kaki

"Tidak hanya itu, lahir tanpa tangan dan kaki, cacat bawaan oromandibular limb hypogenesis syndrome. Kondisi ini termasuk langka."

Tayang:
Editor: Darwin Sepriansyah
Daily Mail
Ia lahir dengan kondisi bibir bawahnya melekat pada dasar mulut, rahang atas dan rahang bawah menyatu. Tidak hanya itu, Amethyst juga lahir tanpa tangan dan kaki, cacat bawaan oromandibular limb hypogenesis syndrome 

Meskipun tidak bisa bicara, Amethyst tumbuh sebagai balita yang aktif dan bahagia.

"Saya mencintai semua anak-anak saya, tapi pada Amethyst mungkin sedikit berbeda. Jika saya bisa, saya akan memberikan semua yang diinginkannya," ungkapnya.

Sehari setelah dilahirkan, Amethyst langsung dirujuk ke Dr Taps Gurango, Kepala Operasi plastik di Philippine Children's Medical Centre.

Dokter mengatakan ketika pertama kali melihat kondisi Amethyst, yang menjadi fokus utama adalah gizinya.

Ia kemudian dirujuk ke dokter anak dan makan melalui tabung yang dimasukkan ke dalam hidung.

"Amethyst lahir di lingkungan keluarga yang taat beragama. Mereka menyadari bayi telah merubah hidup mereka dan mereka bahagia. Dia adalah anak yang beruntung," sebutnya.

Pasangan ini kemudian diajarkan untuk memberikan makanan menggunakan tabung untuk anaknya.

Dan saat ia mulai besar, makanan diberikan melalui tabung yang dipasang di lubang kecil pada mulutnya.

Butuh waktu tiga tahun hingga tubuhnya kuat hingga akhirnya dokter bisa melakukan operasi untuk memisahkan tulang rahang dan melepaskan lekatan bibir dari pangkal mulutnya.

Ini termasuk sebuah kasus yang cukup sulit ditangani oleh dokter.

Setelah operasi yang berlangsung selama delapan jam, mulut Amethys baru sebagian yang bisa dibuka.

"Dia tidak bisa bicara, tidak bisa mengeluh. Tapi kami tahu ia sangat kesakitan. Mulutnya sudah dibuka tapi tulang rahangnya begitu rapuh. Tapi ini masih memungkinkan ia untuk makan tanpa bantuan," tutur sang ayah.

Ini adalah waktu yang sulit bagi keluarga mereka, khususnya Amethyst. Beberapa bulan kemudian operasi kedua dilakukan.

Operasi kedua ini dilakukan untuk merekonstruksi tulang rahangnya.

Halaman 2/3
Tags
mulut
bocah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved